Jadi Atensi Mabes AD, Dandim Tana Tidung Wanti-wanti Kapasitas Jembatan Gantung Garuda

Sophian Hadi • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:54 WIB

 

DIRESMIKAN: Dandim 0914/TNT Letkol Arm. R. Florensius Ferdian Ricarda tanda tangan prasasti jembatan beton Garuda, Jumat (4/9). FOTO: SOPIAN /RADAR TARAKAN
DIRESMIKAN: Dandim 0914/TNT Letkol Arm. R. Florensius Ferdian Ricarda tanda tangan prasasti jembatan beton Garuda, Jumat (4/9). FOTO: SOPIAN /RADAR TARAKAN

 

 

TIDENG PALE – Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad) mengingatkan jajaran Kodim 0914/Tana Tidung agar kejadian miringnya Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran tidak kembali terulang.

Penggunaan jembatan sesuai kapasitas menjadi salah satu penekanan yang harus diperhatikan untuk mencegah kerusakan maupun kecelakaan.

Dandim 0914/Tana Tidung Letkol Arm. R. Florensius Ferdian Ricarda mengatakan, pesan tersebut menjadi perhatian dalam pengawasan jembatan yang telah dibangun dan diserahkan kepada pemerintah desa.

“Mabesad juga mewanti-wanti kita, jangan melebihi kapasitas. Itu yang kami sampaikan kepada kepala desa,” ujar Florensius, Senin (7/9).

Seperti diketahui, selain jembatan beton, Kodim jajaran juga sedang menyelesaikan pembangunan jembatan gantung Garuda di Desa Buong Baru, Kecamatan Betayau.

Menurut Dandim, setiap jembatan memiliki batas kemampuan dalam menopang beban.

Karena itu, setelah jembatan diresmikan dan diserahkan kepada desa, kepala desa telah diingatkan untuk ikut menjaga penggunaan jembatan, termasuk memastikan beban yang melintas tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan.

“Terkait dengan jembatan gantung yang roboh (di Pangandaran), jembatan ini memang ada kapasitasnya. Jadi nanti setelah diresmikan dan diserahkan ke desa, sudah diwanti-wanti kepada kepala desa agar dijaga, dalam arti beban yang dilewati jangan melebihi kapasitas,” jelasnya.

Florensius menyebut, robohnya Jembatan Gantung Garuda di Pangdaran yang terjadi pasca-peresmian diduga berkaitan dengan beban yang melebihi kapasitas.

Kondisi tersebut menjadi evaluasi agar pengawasan dan pemanfaatan jembatan ke depan lebih diperhatikan.

Seperti diketahui Jembatan Gantung Garuda Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengalami kerusakan dan anjlok pada Minggu (30/8/2026) sore, tak lama setelah prosesi peresmian.

Dalam kejadian itu, tali sling baja pada salah satu sisi jembatan terlepas dari pengikat utama sehingga jembatan melengkung dan miring ke bawah.

“Itu yang terjadi di Pangandaran lalu. Itu melebihi kapasitas sehingga jembatan tidak lagi menopang,” kata Florensius.

Selain mengingatkan soal kapasitas, Mabesad juga akan melakukan pemeriksaan terhadap hasil pembangunan jembatan, termasuk kualitas konstruksinya.

“Hasil pembangunan jembatan juga akan diperiksa oleh Mabesad, termasuk kualitasnya,” tegasnya.

Dengan evaluasi tersebut, Kodim 0914/Tana Tidung berharap pemanfaatan jembatan yang dibangun untuk kepentingan masyarakat dapat dilakukan secara aman.

Pengawasan terhadap kapasitas dan kondisi konstruksi dinilai penting sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.(*)

Editor : Sophian Hadi
Jembatan Garuda KODIM 1914/TNT Ibrahim Ali Tana Tidung