TIDENG PALE – Harga kebutuhan pokok menjadi perhatian kepolisian di Kabupaten Tana Tidung.
Bhabinkamtibmas Polres Tana Tidung turun langsung ke lapangan untuk memantau harga sembako sekaligus memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat tetap aman dan terjangkau.
Pemantauan dilakukan dengan menyambangi sejumlah pedagang dan mengecek perkembangan harga berbagai kebutuhan pokok.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi kenaikan harga yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat.
Kapolres Tana Tidung AKBP Eko Nugroho mengatakan, monitoring harga sembako merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menjaga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat tetap kondusif.
“Dari hasil pengecekan, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil dan belum ditemukan adanya kenaikan yang signifikan,” ujarnya, Sabtu (5/9).
Selain mengecek harga, personel Bhabinkamtibmas juga berdialog dengan para pedagang.
Mereka mengingatkan agar pedagang tidak melakukan penimbunan atau tindakan lain yang berpotensi memicu kelangkaan dan kenaikan harga di pasaran.
Menurut Eko, pemantauan di lapangan penting dilakukan secara berkala. Dengan begitu, apabila ditemukan adanya perubahan harga yang tidak wajar maupun gangguan terhadap ketersediaan bahan pokok, dapat segera dilakukan langkah antisipasi.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Karena itu, pemantauan akan terus dilakukan,” tegasnya.
Eko menambahkan, kehadiran Bhabinkamtibmas tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Personel di tingkat desa juga diharapkan mampu menjadi mata dan telinga kepolisian dalam melihat berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Polres Tana Tidung, lanjutnya, berkomitmen menjaga situasi tetap aman dan kondusif, termasuk dengan turut mengawal stabilitas kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat dan melakukan pemantauan secara langsung agar situasi tetap aman, termasuk dari sisi ketersediaan dan harga kebutuhan pokok,” pungkasnya.(*)
Editor : Sophian Hadi