Resmi Naik Kelas C, RSUD Akhmad Berahim Tana Tidung Siapkan Layanan KJSU

Sophian Hadi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 15:24 WIB
LAYANAN KESEHATAN: Bupati Ibrahim Ali meninjau progres pemasangan CT-scan RSUD Akhmad Berahim, pertengahan bulan lalu. (DOK: DKSIP)
LAYANAN KESEHATAN: Bupati Ibrahim Ali meninjau progres pemasangan CT-scan RSUD Akhmad Berahim, pertengahan bulan lalu. (DOK: DKSIP)

 

TIDENG PALE – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Akhmad Berahim Tana Tidung kini resmi berstatus kelas C setelah seluruh proses perizinan diselesaikan. 

Pemerintah daerah pun mulai mempersiapkan pengembangan sejumlah layanan kesehatan, termasuk layanan prioritas KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi).

Kepala Dinas Kesehatan Tana Tidung, H. M. Sarif, mengatakan penyelesaian seluruh perizinan menjadi syarat utama sebelum fasilitas rumah sakit dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Memang di awal tahun, sekitar bulan Maret, memang sudah ada imbauan untuk menggunakan bangunan rumah sakit PHTC. Tapi semuanya itu bisa digunakan kalau semuanl izinnya selesai," jelas Sarif, Kamis (3/9).

Menurutnya, seluruh proses perizinan rumah sakit telah rampung pada Juni 2026.

Bahkan, pada pekan ketiga Juni, penetapan kelas rumah sakit juga telah selesai.

“Alhamdulillah, bulan Juni semua izin sudah selesai. Kelas C juga sudah keluar dari Kementerian Kesehatan,” katanya.

Dengan status tersebut, RSUD Tana Tidung kini dapat mengembangkan pelayanan kesehatan sesuai dengan klasifikasi dan izin yang telah dimiliki.

Sarif menyebut pihaknya juga telah melaporkan status rumah sakit kepada Kementerian Kesehatan dan memasukkan data ke dalam sistem rumah sakit secara daring.

“Kalau kita buka sistem rumah sakit online, kita sudah tercatat sebagai rumah sakit kelas C,” ujarnya.

Siapkan Layanan KJSU

Setelah naik kelas menjadi kelas C, pengembangan layanan kesehatan menjadi perhatian berikutnya. Salah satunya adalah penguatan layanan yang berkaitan dengan KJSU, yakni kanker, jantung, stroke dan uronefrologi.

Sarif mengatakan masyarakat masih banyak yang belum mengetahui bahwa pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

“Memang KJSU itu ada kanker, jantung, saraf atau stroke, dan urologi,” jelasnya.

Untuk mendukung pengembangan layanan tersebut, rumah sakit juga terus melengkapi sarana dan prasarana medis serta menyiapkan tenaga kesehatan yang dibutuhkan.

Peralatan Medis Mulai Dipasang

Sejumlah peralatan medis baru saat ini telah tiba dan mulai memasuki tahap instalasi.

Beberapa peralatan berukuran besar disebut hampir seluruhnya sudah berada di rumah sakit.

“Barang-barang besar hampir semuanya sudah datang seperti CT scan. Sekarang proses instalasi mamografis. Nanti tenaga kesehatan juga akan dilatih terkait penggunaan alat, bagaimana mengoperasikan, memelihara dan merawatnya,” kata Sarif.

Ia menjelaskan, peralatan medis yang baru datang tidak langsung dapat digunakan.

Peralatan tersebut masih harus melalui proses perizinan sebelum dapat dioperasikan untuk pelayanan pasien.

Untuk proses tersebut, Dinas Kesehatan Tana Tidung berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pihak penyedia peralatan.

“Untuk alat-alat baru harus diizinkan lagi. Itu bukan sepenuhnya ranah kami. Nanti akan dibantu Kemenkes dan pihak penyedia untuk proses izinnya,” ujarnya.

Sementara itu, peralatan dan fasilitas yang sebelumnya sudah dimiliki rumah sakit dan telah mengantongi izin dapat tetap dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan.

Tenaga Medis Disiapkan

Dari sisi sumber daya manusia, Sarif memastikan tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan rumah sakit juga telah disiapkan.

Termasuk tenaga yang berkaitan dengan pelayanan radiologi.

“Untuk dokter, kita sudah punya. Dokter radiologi dan tenaga-tenaganya sudah ada,” katanya.

Dengan selesainya perizinan dan ditetapkannya RSUD Tana Tidung sebagai rumah sakit kelas C, pemerintah daerah kini memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan kualitas serta cakupan pelayanan kesehatan.

Pengembangan layanan KJSU diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan spesialistik kepada masyarakat Tana Tidung, sehingga kebutuhan rujukan ke luar daerah dapat ditekan secara bertahap.

Sementara untuk seremoni serah terima atau peresmian, Sarif mengatakan pemerintah daerah masih menunggu agenda dari pemerintah pusat sama seperti Papua.

“Untuk acara serah terima secara resmi, mungkin masih menunggu agenda RI 1. Maksudnya nanti ada serah terima antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Editor : Sophian Hadi
RSUD Akhmad Berahim Ibrahim Ali Tana Tidung