TIDENG PALE – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Tana Tidung mulai memasuki tahap pelaksanaan.
Setelah proses kontrak antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan pihak ketiga rampung pada akhir Agustus 2026, pembangunan fasilitas penunjang kini mulai berjalan di lapangan.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Tana Tidung, Idris Hendro Wibowo, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan.
Dari hasil peninjauan, sejumlah tahapan awal telah dilaksanakan dan pekerjaan fisik mulai berjalan.
“Terakhir pada akhir Agustus lalu sudah berkontrak antara pihak KKP dengan pihak ketiga. Tadi kami juga sudah melakukan peninjauan lapangan dan beberapa tahapan sudah dilaksanakan,” ujar Hendro, Kamis (3/9).
Ia menjelaskan, konsep KNMP bukan membangun permukiman baru khusus bagi nelayan.
Program tersebut lebih diarahkan untuk memanfaatkan keberadaan nelayan yang sudah tinggal di Desa Tanah Merah maupun kampung-kampung di sekitarnya.
Melalui program ini, pemerintah pusat akan membangun berbagai fasilitas penunjang aktivitas masyarakat nelayan.
Salah satunya berupa cold storage atau fasilitas penyimpanan sementara hasil tangkapan sebelum didistribusikan ke pasar yang lebih luas.
“Jadi mereka memanfaatkan nelayan-nelayan yang ada di Tana Merah dan kampung sekitarnya. Kemudian dari pihak KNMP membangun fasilitas-fasilitas penunjangnya,” jelasnya.
Menurut Idris, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membuat nelayan tidak perlu membawa hasil tangkapannya secara sendiri-sendiri ke daerah lain.
Hasil tangkapan dapat dikumpulkan terlebih dahulu sehingga distribusinya menjadi lebih efisien.
“Kalau menjual masing-masing tentu membutuhkan biaya. Kampung nelayan ini diharapkan bisa memfasilitasi, misalnya kalau hasil tangkapan mau dibawa ke Tarakan, bisa dilakukan bersama-sama,” katanya.
Selain mempermudah distribusi, Hendro berharap KNMP nantinya tidak hanya berhenti pada kegiatan penangkapan dan pemasaran hasil laut.
Jika memungkinkan, program tersebut dapat dikembangkan hingga tahap hilirisasi, sehingga hasil tangkapan nelayan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Kalau bisa sampai hilirisasi sebenarnya lebih bagus. Pertama meningkatkan nilai ekonomi dari hasil tangkapan mereka, kemudian juga menambah lapangan pekerjaan yang bisa terlibat di dalam koperasi,” ujarnya.
Pemerintah daerah, lanjut Hendro, juga akan memberikan dukungan terhadap keberadaan KNMP, termasuk membantu penyediaan fasilitas pendukung yang menjadi kewenangan daerah.
"Misalnya bantu alat tangkap kepada nelayan," ujarnya.
Untuk Kabupaten Tana Tidung sendiri, terdapat dua lokasi yang sebelumnya diusulkan dalam program tersebut.
Namun, untuk tahap awal baru satu lokasi yang telah berjalan, yakni di Desa Tanah Merah. Sementara usulan tahap berikutnya masih menunggu penyelesaian persoalan lahan.
“Dua yang kita usulkan sebenarnya. Untuk yang sudah berjalan baru satu, di Desa Tanah Merah. Kemudian untuk tahap dua, mudah-mudahan masalah lahannya bisa kita selesaikan sehingga bisa kita tindak lanjuti,, Insyaallah tahun depan Desa Bebatu,” pungkas Hendro.(*)
Editor : Sophian Hadi