TIDENG PALE – Pembangunan Markas Komando (Mako) Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 922/Upun Taka di Desa Sebawang, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, diawali dengan ritual adat Bulusu.
Prosesi tersebut menjadi bagian penting sebelum pembukaan lahan dilakukan.
Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai adat dan kearifan lokal, ritual juga menjadi simbol permohonan izin secara adat serta doa agar proses pembangunan berjalan aman dan lancar.
Kegiatan diikuti tokoh adat, tokoh masyarakat, unsur kepolisian, personel Yonif TP 922/Upun Taka serta masyarakat setempat.
Dalam suasana khidmat, tokoh adat memimpin rangkaian prosesi sesuai tata cara dan tradisi yang berlaku di wilayah tersebut.
Danyonif TP 922/Upun Taka, Mayor Inf Michael Connis Tanaem, S.S.T.Han., S.I.P., M.I.R., mengatakan pelaksanaan ritual adat merupakan bentuk penghormatan terhadap masyarakat dan budaya lokal.
Menurutnya, pembangunan batalyon tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana keberadaan satuan dapat diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Ritual ini merupakan bentuk penghormatan kita terhadap adat dan masyarakat setempat. Kita ingin seluruh proses pembangunan berjalan dengan baik, lancar dan tetap menjaga hubungan yang harmonis dengan masyarakat,” ujar Michael, Kamis (3/9).
Ia menegaskan, komunikasi dengan masyarakat menjadi hal penting dalam setiap tahapan pembangunan Mako Yonif TP 922/Upun Taka.
Sebelumnya, proses penentuan lokasi pembangunan juga melibatkan masyarakat untuk memastikan lahan yang digunakan tidak bersinggungan dengan lahan produktif warga.
Luasan lahan yang disiapkan diperkirakan sekitar 100 hektare.
“Yang paling utama adalah bagaimana pembangunan ini tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Karena itu, kita terus melibatkan masyarakat dan mengedepankan komunikasi,” katanya.
Setelah seluruh rangkaian ritual adat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pembukaan lahan secara simbolis.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh kebersamaan.
Michael berharap kehadiran Yonif TP 922/Upun Taka di Tana Tidung dapat semakin mempererat hubungan antara prajurit dengan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran Yonif TP 922/Upun Taka menjadi bagian dari masyarakat Tana Tidung. Bukan hanya dalam menjalankan tugas, tetapi juga bisa memberikan manfaat dan bersama-sama membangun daerah,” tuturnya.
Ritual adat tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya tahapan pembangunan Mako Yonif TP 922/Upun Taka.
Prosesi ini menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas pertahanan dapat berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap adat, budaya dan kearifan lokal masyarakat.
Sikap tersebut juga sejalan dengan komitmen Yonif TP 922/Upun Taka untuk membangun kedekatan dengan masyarakat.
Sebelumnya, satuan tersebut juga aktif melibatkan warga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di Tana Tidung. (*)
Editor : Sophian Hadi