Bupati Ibrahim Ali Larang Warga Bakar Lahan, Asap Karhutla Mulai Jadi Perhatian

Radar Tarakan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 06:54 WIB
Bupati Ibrahim Ali memimpin rapat penanganan karhutla dan sebaran asap di Kabupaten Tana Tidung, Selasa (1/9), di Ruang Rapat Bupati Tana Tidung.
Bupati Ibrahim Ali memimpin rapat penanganan karhutla dan sebaran asap di Kabupaten Tana Tidung, Selasa (1/9), di Ruang Rapat Bupati Tana Tidung.

 

TIDENG PALE – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta sebaran asap menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tana Tidung.

Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap yang dapat mengganggu kesehatan.

Penegasan tersebut disampaikan Ibrahim saat memimpin langsung Rapat Langkah-Langkah Penanganan Karhutla dan Sebaran Asap Kabupaten Tana Tidung, Selasa (1/9/2026), di Ruang Rapat Bupati Tana Tidung.

Rapat dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Tana Tidung, Asisten I, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta Danramil.

Pertemuan tersebut membahas langkah antisipasi dan penanganan Karhutla, sekaligus upaya melindungi masyarakat dari dampak paparan asap.

Ibrahim mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kualitas udara mulai menurun akibat asap.

Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

“Gunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, terutama pada saat kondisi udara berasap atau kualitas udara menurun,” imbau Ibrahim.

Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara tidak sehat.

Warga juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta memperhatikan ventilasi rumah sesuai kondisi kualitas udara.

Tak hanya soal kesehatan, Ibrahim menegaskan pencegahan Karhutla harus dimulai dari masyarakat.

Karena itu, warga Kabupaten Tana Tidung dilarang melakukan pembakaran hutan dan lahan yang berpotensi memicu kebakaran serta memperluas sebaran asap.

Pemkab Tana Tidung juga mendorong seluruh pihak, termasuk perangkat daerah dan aparat, untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Sosialisasi mengenai bahaya pembakaran lahan, penggunaan masker, hingga langkah perlindungan diri dari paparan asap dinilai penting untuk terus dilakukan.

Menurutnya, keterlibatan seluruh pihak diperlukan agar penanganan Karhutla tidak hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi, tetapi juga melalui langkah pencegahan sejak dini.

Paparan asap Karhutla berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap sepele kondisi udara yang memburuk.

Pemkab Tana Tidung berharap sinergi pemerintah, aparat, dan masyarakat dapat memperkuat pencegahan Karhutla sekaligus meminimalkan dampak asap terhadap kesehatan dan lingkungan di wilayah Tana Tidung.(*)

Editor : Sophian Hadi
karhutla Bupati Ibrahim Ali PEMKAB KTT