Bupati Tana Tidung Ingatkan Kepala Sekolah Jangan Matikan Kreativitas Guru

Radar Tarakan • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:36 WIB
DILANTIK: Pengambilan sumpah/janji pejabat JPT, pengawas dan kepala sekolah. (FOTO; SOPIAN/RADAR TARAKAN)
DILANTIK: Pengambilan sumpah/janji pejabat JPT, pengawas dan kepala sekolah. (FOTO; SOPIAN/RADAR TARAKAN)

 
TIDENG PALE – Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali meminta para kepala sekolah yang baru dilantik untuk tidak menjadi pemimpin yang kaku terhadap guru.

Ia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi guru yang kreatif, inovatif, dan berprestasi untuk berkembang.

Pesan tersebut disampaikan Ibrahim Ali dalam sambutannya saat pelantikan sejumlah kepala sekolah dan pengukuhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, di Gedung Serbaguna Disdikbud Tana Tidung pada Selasa (2/8).

Menurut Ibrahim, kualitas peserta didik tidak terlepas dari kualitas guru dan kepemimpinan kepala sekolah.

Karena itu, kepala sekolah harus mampu menjadi penggerak yang mendukung para guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.

“Kalau anak muridnya hebat, gurunya pasti hebat. Kalau gurunya hebat, kepala sekolahnya pasti lebih hebat lagi,” kata Ibrahim.

Ia meminta kepala sekolah mempertahankan berbagai capaian yang sudah baik dan mengejar target-target pendidikan yang belum tercapai.

“Pertahankan yang sudah baik, tingkatkan yang belum baik. Di sekolah itu punya target-target. Mana target yang belum tercapai, itu dikejar untuk diselesaikan. Apa yang sudah tercapai, pertahankan,” ujarnya.

Ibrahim mengaku bangga terhadap para guru di Kabupaten Tana Tidung.

Meski daerah tersebut memiliki jumlah penduduk yang relatif sedikit dan masih menghadapi berbagai keterbatasan, menurutnya kemampuan anak-anak Tana Tidung tidak kalah dibandingkan daerah lain.

 

“Tidak mungkin anak itu pintar kalau gurunya tidak pintar. Tidak mungkin gurunya hebat kalau tidak disupport oleh kepala sekolahnya,” tegasnya.

Karena itu, Ibrahim secara khusus mengingatkan kepala sekolah agar tidak mengambil keputusan terhadap guru berdasarkan persoalan pribadi.

“Kalau guru ada yang kreatif, guru yang pintar, guru yang inovatif, itu didukung. Jangan karena kecemburuan pribadi, emosional pribadi, lalu guru ditekan, dimusuhi, kemudian dipindahkan,” katanya.

Ia menilai tindakan semacam itu justru dapat merugikan dunia pendidikan karena berpotensi mengorbankan guru yang memiliki kemampuan dan prestasi.

Ibrahim mengingatkan seluruh ASN agar siap ditempatkan di mana pun dan menjalankan tugas yang diberikan.

Sebab, ASN memiliki tanggung jawab membantu kepala daerah mewujudkan program sesuai visi dan misi pemerintah daerah.

“Tugas ASN adalah membantu Bupati dan Wakil Bupati untuk mewujudkan program-program Bupati sesuai dengan visi-visi Bupati. Jadi Anda ditempatkan di mana saja, Anda harus berani melaksanakan tugas dan menyelesaikan tanggung jawab tersebut,” tegas Ibrahim.

Ia berharap para kepala sekolah maupun ASN yang mendapat amanah baru dapat menunjukkan kemampuan melalui kinerja dan tanggung jawab, bukan semata-mata mengejar jabatan.(*)

Editor : Sophian Hadi
guru PEMKAB KTT Ibrahim Ali