TIDENG PALE – Setelah melalui proses pembangunan dan masa pemeliharaan, Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Tana Tidung akhirnya resmi digunakan.
Kehadiran gedung baru ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat pengembangan literasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Gedung tersebut diresmikan langsung Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, didampingi Bunda Literasi Kabupaten Tana Tidung Vamelia Ibrahim.
Peresmian turut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tana Tidung.
Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tana Tidung Edy Harsono dalam sambutannya mengungkapkan, pembangunan gedung perpustakaan tersebut mendapat dukungan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025 sebesar Rp10.999.980.000.
Selain DAK, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran pendukung melalui APBD Tana Tidung 2025 sebesar Rp250 juta.
Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan konsultasi dan pengawasan pekerjaan pembangunan gedung perpustakaan.
“Total keseluruhan DAK tahun 2025 untuk perpustakaan daerah Kabupaten Tana Tidung sebesar Rp10.999.980.000. Selain anggaran DAK, kami juga mendapat bantuan dana pendukung dari APBD sebesar Rp250 juta,” kata Edy.
Ia menjelaskan, pekerjaan pembangunan telah diserahkan penyedia kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada 28 Desember 2025.
Gedung kemudian menjalani masa pemeliharaan selama delapan bulan hingga Agustus 2026.
Kini, gedung tersebut sudah dapat dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Untuk saat ini gedung perpustakaan sudah dapat kami gunakan untuk pelayanan. Kami juga sudah menerima kunjungan dari beberapa murid SD dan anak-anak PAUD,” ujarnya.
Tak Sekadar Gedung, Literasi Jadi Fokus Utama
Menurut Edy, keberadaan gedung baru harus diikuti dengan peningkatan program dan kegiatan literasi.
Karena itu, pihaknya berkomitmen menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang ramah bagi anak-anak dan masyarakat untuk mendapatkan akses pengetahuan.
Dukungan terhadap program literasi juga datang dari Bunda Literasi Tana Tidung Vamelia Ibrahim.
Edy menyebut, dalam kunjungannya ke perpustakaan, Bunda Literasi memberikan sejumlah saran dan masukan untuk meningkatkan kegiatan literasi di daerah.
“Kami akan berupaya mendukung kegiatan-kegiatan literasi yang diprogramkan oleh Bunda Literasi,” katanya.
Salah satu program yang tengah didorong adalah “1 ASN 1 Buku”.
Program tersebut diharapkan mampu memperkaya koleksi bacaan sekaligus meningkatkan kepedulian ASN terhadap budaya membaca.
Hingga kini, sebanyak 90 buku telah terkumpul dari sejumlah perangkat daerah.
Sebanyak 39 buku berasal dari Badan Litbang, 36 buku dari Dinas Dukcapil, 13 buku dari Bagian Hukum Sekretariat Daerah, serta dua buku dari Kecamatan Sesayap.
Edy mengatakan pengumpulan buku masih terus dibuka.
Pihaknya berharap semakin banyak ASN yang ikut menyumbangkan buku yang layak baca.
Buku yang diutamakan adalah bacaan untuk anak-anak, terutama buku yang memiliki lebih banyak gambar dan tidak terlalu banyak tulisan.
“Buku-buku tersebut nantinya akan kami distribusikan ke posyandu dan kelompok masyarakat yang ada di wilayah Tana Tidung,” jelasnya.
Target Dongkrak Nilai Kearsipan
Selain perpustakaan, Edy juga menyampaikan perkembangan bidang kearsipan.
Ia mengatakan nilai pengawasan kearsipan Kabupaten Tana Tidung dari 2021 hingga 2025 menunjukkan tren peningkatan.
Meski demikian, capaian tersebut masih belum memenuhi target nasional.
Dalam penilaian tingkat provinsi, Tana Tidung memperoleh predikat C, sama dengan Kabupaten Bulungan dan Kabupaten Nunukan.
Untuk meningkatkan capaian tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Salah satunya adalah penyediaan depo arsip. Edy menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait rencana pemanfaatan tiga ruang kelas di sekitar gedung perpustakaan sebagai depo arsip.
“Administrasi hibah ruang tersebut masih kami tunggu. Depo arsip menjadi salah satu indikator untuk meningkatkan nilai kearsipan kita,” ungkapnya.
Selain depo arsip, peningkatan nilai kearsipan juga akan dilakukan melalui optimalisasi aplikasi SRIKANDI, pengelolaan arsip dinamis, pengelolaan arsip inaktif, serta pemenuhan sumber daya manusia di bidang kearsipan.
Termasuk di dalamnya pemenuhan jabatan fungsional arsiparis maupun tenaga pengelola arsip yang memiliki kompetensi.
Apresiasi untuk Pemkab dan Sejumlah Pihak
Dalam sambutannya, Edy turut menyampaikan apresiasi kepada Bupati Ibrahim Ali atas dukungan dan perhatian pemerintah daerah sehingga pembangunan gedung perpustakaan dapat berjalan hingga selesai.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bunda Literasi, Dinas PUPR, Bagian Umum Sekretariat Daerah, serta seluruh ASN di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang turut mendukung pembangunan hingga pelaksanaan peresmian.
Menurut Edy, dukungan lintas perangkat daerah menjadi bagian penting dalam mewujudkan fasilitas perpustakaan yang lebih representatif bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan pada hari ini dapat terlaksana,” pungkasnya.(*)
Editor : Sophian Hadi