TIDENG PALE – Antrean kendaraan tak biasa terlihat di SPBU Jalan Ahmad Yani, Tideng Pale, Selasa (1/9) pagi hingga siang.
Antrean bahkan mengular hingga keluar ke jalan raya sepanjang puluhan meter.
Kondisi tersebut terjadi di tengah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang terjadi sejak sehari sebelumnya.
Masyarakat yang membutuhkan BBM pun terpaksa beralih membeli Pertamax sehingga antrean di SPBU memanjang.
Antrean terlihat dari kendaraan roda empat hingga sepeda motor. Kondisi ini berlangsung hingga SPBU akhirnya ditutup.
Fasilitator Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Tana Tidung, Ripa’i, membenarkan adanya antrean panjang tersebut.
Namun, ia menegaskan bahwa antrean yang terjadi merupakan antrean untuk mendapatkan Pertamax, bukan Pertalite.
“Tapi itu antrean Pertamax bukan pertalite,’ kata Ripa’i.
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima langsung dari pihak Pertamina, pasokan Pertalite baru masuk ke Tana Tidung pada Selasa 1 September dengan volume sekitar 60 kiloliter (KL). Sementara pasokan Biosolar mencapai 93 KL.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindagkop Tana Tidung, Firman Rudding, mengatakan pihak Pertamina mengakui adanya keterlambatan distribusi BBM ke wilayah Tana Tidung.
“Insyaallah per besok normal ya, Pak. Kemarin sempat kendsla distribusi dari terminal. Kami usahakan besok normal kembali. Itu informasi dari SBM Pertamina tadi malam,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap distribusi BBM kembali lancar sehingga masyarakat tidak lagi harus mengantre panjang untuk mendapatkan bahan bakar. (*)
Editor : Sophian Hadi