TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung mulai mengambil langkah menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang melanda wilayah tersebut.
Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengatakan, berdasarkan laporan dan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), indeks kualitas udara di Kabupaten Tana Tidung tercatat paling tinggi dengan kategori tidak baik untuk kesehatan di Kalimantan Utara.
“Kemarin kita mendapat laporan bahwa indeks asap Kabupaten Tana Tidung ini paling tinggi yang tidak baik di Kalimantan Utara berdasarkan informasi dari BMKG,” kata Ibrahim Ali usai meresmikan perpustakaan daerah, Selasa (1/9).
Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera disikapi pemerintah daerah.
Ibrahim mengaku telah memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk segera menggelar rapat guna menentukan langkah penanganan dampak kabut asap.
“Bahkan tadi saya sudah memerintahkan Pak Sekda, sebentar kita rapat untuk mengambil langkah-langkahnya. Karena memang sudah ada surat edaran dari Pak Mendagri untuk menyikapi semua permasalahan ini,” ujarnya.
Ibrahim menjelaskan, kabut asap yang terjadi di Tana Tidung diduga bukan berasal dari kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya. Menurutnya, daerah tersebut lebih banyak menerima dampak kiriman asap dari wilayah lain.
“Sebenarnya Kabupaten Tana Tidung ini hanya kena dampaknya saja, kiriman. Mungkin dari kebakaran hutan dan lahan gambut yang terjadi di Bulungan,” jelasnya.
Meski tidak terdapat kebakaran di wilayah Tana Tidung, dampak asap membuat kualitas udara di daerah tersebut menjadi tidak sehat.
“Padahal kita di Tana Tidung kan tidak ada kebakaran. Tapi dampaknya, karena yang lebih tinggi dampak asapnya, udara tidak baiknya itu malah di kita,” katanya.
Untuk melindungi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, Pemkab Tana Tidung tengah menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya menginstruksikan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran, pembagian masker oleh Dinas Kesehatan, hingga kemungkinan menerapkan Belajar dari Rumah (BDR).
“Jadi mungkin hari ini kami akan melakukan rapat. Kita akan memerintahkan guru-guru, mungkin Dinas Kesehatan akan melakukan pembagian masker, dan kemudian juga sampai dengan BDR, belajar dari rumah,” tutur Ibrahim.
Ia menambahkan, opsi meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah juga menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah.
“Jadi mungkin kita akan meliburkan anak-anak sekolah (BDR),” pungkasnya.
Namun, keputusan mengenai kebijakan pembelajaran dari rumah maupun langkah lainnya masih akan dibahas dalam rapat Pemkab Tana Tidung bersama pihak terkait pada hari ini. (*)
Editor : Sophian Hadi