TIDENG PALE – Kondisi sejumlah titik jalan menuju kawasan Pelabuhan Sebawang, Kecamatan Sesayap, hingga Simpang Seludau, Kecamatan Sesayap Hilir, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tana Tidung.
Jalan yang mengalami kerusakan kini mulai ditangani melalui pekerjaan pemeliharaan sebelum dilanjutkan dengan pengaspalan kembali.
Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Tana Tidung, Didakus Pito, mengatakan penanganan jalan dilakukan secara bertahap.
Tahun ini, pemerintah lebih dulu memperkuat sejumlah titik yang rusak dengan pengecoran beton atau rigid beton dari simpang Pelabuhan Sebawang hingga Sesayap Selor.
“Untuk tahun ini ada pemeliharaan. Pengerjaannya berupa rigid beton di bawahnya. Setelah itu baru kita masuk pekerjaan overlay,” ujar Didakus, Senin (31/8).
Menurutnya, pengecoran tidak dilakukan sepanjang ruas jalan, melainkan pada titik-titik yang mengalami kerusakan.
Total panjang penanganan beton diperkirakan sekitar 400 meter, namun lokasinya tersebar.
“Kurang lebih 400 meter, tetapi titiknya tersebar. Jadi bukan 400 meter dalam satu hamparan, melainkan berdasarkan titik kerusakan yang ada,” jelasnya.
Pekerjaan beton tersebut menjadi bagian penting sebelum jalan kembali dilapisi aspal. Setelah struktur jalan diperkuat, pekerjaan dilanjutkan dengan overlay, yakni pelapisan kembali permukaan jalan menggunakan aspal.
Untuk pekerjaan lanjutan, ruas jalan dari kawasan Masjid Al Jihad hingga Simpang Seludau masuk dalam skema pekerjaan multiyears.
Pemerintah menargetkan pekerjaan tersebut dapat berjalan secara bertahap hingga seluruh ruas yang menjadi sasaran penanganan terselesaikan.
“Diharapkan bulan Oktober tahun ini sudah mulai berproses pengerjaannya. Target keseluruhan pekerjaan jalan kita harapkan selesai pada 2028,” katanya.
Pito menjelaskan, peningkatan kualitas jalan juga berkaitan dengan tingginya aktivitas kendaraan angkutan, termasuk kendaraan pengangkut sawit.
Pembatasan muatan sebelumnya dilakukan karena kondisi jalan belum sepenuhnya siap menerima beban kendaraan berat.
“Muatan yang lewat belum seimbang dengan persiapan jalan. Itu yang menyebabkan ada kerusakan,” ungkapnya.
Karena itu, pemerintah memilih memperkuat struktur jalan terlebih dahulu sebelum meningkatkan kapasitas dan kualitas permukaannya.
Dengan pola tersebut, jalan tidak hanya diperbaiki pada bagian yang rusak, tetapi juga dipersiapkan agar lebih mampu menahan beban kendaraan dalam jangka panjang.
Adapun lebar jalan rata-rata sekitar 12 meter, terdiri dari enam meter di sisi kiri dan enam meter di sisi kanan, belum termasuk bahu jalan dan drainase.
Pemerintah berharap rangkaian pekerjaan mulai dari pemeliharaan, pengecoran beton, hingga overlay dapat meningkatkan kualitas dan kenyamanan jalan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah Tana Tidung.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, penyelesaian pekerjaan secara keseluruhan ditargetkan tuntas pada 2028.(*)
Editor : Sophian Hadi