Perpusda Tana Tidung Diresmikan, Ibrahim Ali Dorong Budaya Baca Sejak Dini

Radar Tarakan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 10:29 WIB
DIRESMIKAN: Bupati Ibrahim Ali memotong pita tanda Perpustakaan Daerah mulai digungsikan. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)
DIRESMIKAN: Bupati Ibrahim Ali memotong pita tanda Perpustakaan Daerah mulai digungsikan. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)

 

TIDENG PALE – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Tana Tidung di Jalan Jenderal Sudirman, Tideng Pale resmi difungsikan, Selasa (1/9).

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.

Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali mengatakan, keberadaan perpustakaan daerah menjadi langkah penting dalam meningkatkan minat baca sekaligus memperluas wawasan generasi muda.

“Harapan kita dengan adanya perpustakaan ini, literasi masyarakat kita meningkat, terutama anak-anak pelajar kita,” ujar Ibrahim Ali usai meresmikan perpustakaan sekaligus Kantor Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Tana Tidung.

Menurutnya, Perpusda Tana Tidung merupakan perpustakaan pertama di daerah tersebut yang dibangun dengan fasilitas cukup megah dan representatif.

Ia telah meninjau sejumlah fasilitas di dalamnya, mulai dari ruang baca yang tertata, ruangan berpendingin udara hingga ruang edukasi khusus anak.

Karena itu, Ibrahim ingin perpustakaan tersebut tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar yang dekat dengan anak-anak sejak usia dini.

“Saya ingin perpustakaan ini menjadi teman anak-anak kita, mulai dari PAUD, SD sampai SMP,” katanya.

Untuk memastikan fasilitas tersebut dimanfaatkan secara maksimal, Ibrahim menginstruksikan Dinas Pendidikan membantu menyosialisasikan keberadaan Perpusda kepada seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Tana Tidung.

Ia meminta setiap PAUD, SD dan SMP menjadwalkan kunjungan ke perpustakaan secara bergantian.

“Nanti dijadwalkan, mungkin satu bulan sekali. Setiap SMP, SD dan PAUD yang ada di Kabupaten Tana Tidung diwajibkan melakukan kunjungan secara bergantian,” tegasnya.

Menurut Ibrahim, kebijakan tersebut tidak membatasi masyarakat untuk datang ke perpustakaan.

Justru, fasilitas yang tersedia terbuka untuk dimanfaatkan seluas-luasnya sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi emas Tana Tidung.

Ia juga menyinggung hasil evaluasi pendidikan yang menunjukkan kemampuan numerasi siswa di Tana Tidung masih perlu mendapat perhatian.

Sementara kemampuan literasi dinilai sudah cukup baik dan harus terus dipertahankan.

“Kalau numerasinya bagus, ditambah dengan adanya perpustakaan daerah, maka akan jauh lebih bagus lagi,” ujarnya.

Ibrahim menilai kegemaran membaca menjadi salah satu kunci dalam membentuk generasi yang memiliki wawasan luas.

Menurutnya, kebiasaan tersebut juga penting sebagai bekal bagi anak-anak yang kelak menjadi pemimpin.

“Tidak ada pemimpin yang tidak punya wawasan. Pemimpin itu pasti punya wawasan. Dimulai dari mana? Dimulai dari gemar membaca,” katanya.

Ibrahim mengatakan, pemerintah akan terus mendorong agar keberadaan perpustakaan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah fasilitas dan lahan yang telah tersedia dapat digunakan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Yang penting hari ini lahan ini bisa dimanfaatkan dulu. Kalau bicara sudah selesai seluruhnya, memang belum,” pungkasnya.(*)

Editor : Sophian Hadi
Perpusatakaan Bupati Ibrahim Ali Tana Tidung