Irigasi Tana Tidung Dapat Suntikan Rp25 Miliar dari Kementerian, Pekerjaan Tunggu Tender

Sophian Hadi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:05 WIB
Kabid SDA DPUPRKP Tana Tidung M. Noor Huda
Kabid SDA DPUPRKP Tana Tidung M. Noor Huda

 

 

TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung terus mencari celah untuk memperkuat infrastruktur pertanian, khususnya jaringan irigasi.

Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah daerah memanfaatkan Sistem Informasi Pengusulan Rehabilitasi Irigasi (SIPURI) untuk mendapatkan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PU.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Tahun ini, sejumlah usulan pembangunan dan rehabilitasi irigasi yang diajukan melalui SIPURI mendapat alokasi anggaran sekitar Rp25 miliar.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Tana Tidung, Noor Huda, mengatakan anggaran tersebut akan diarahkan ke sejumlah wilayah yang memiliki kebutuhan pengembangan jaringan irigasi.

“Alhamdulillah, tahun ini kita sudah mengusulkan melalui aplikasi SIPURI dan kita mendapatkan kurang lebih Rp25 miliar,” kata Noor Huda, Sabtu (29/8).

Anggaran tersebut tersebar di beberapa lokasi.

Sekitar Rp5 miliar dialokasikan untuk wilayah Tidung Pale Seberang, Rp10 miliar di Tanah Merah, dan Rp9 miliar untuk Sedulun.

Meski anggaran telah tersedia, pekerjaan fisik masih menunggu proses tender yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS).

Berdasarkan informasi yang diterima DPUPRKP Tana Tidung, proses kontrak ditargetkan berlangsung pada akhir Agustus.

Noor Huda menjelaskan, usulan yang masuk melalui SIPURI terlebih dahulu melalui proses verifikasi BWS Kalimantan V Tanjung Selor sebelum diteruskan ke Kementerian.

Mekanisme tersebut menjadi salah satu strategi daerah untuk memperoleh dukungan pembiayaan pembangunan irigasi di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Jadi nanti kita terima produknya dalam bentuk irigasi,” terangnya.

Siapkan Irigasi 2027

Pemkab Tana Tidung tidak ingin pembangunan irigasi berhenti pada program tahun berjalan.

Dinas PUPRKP juga mulai menyiapkan sejumlah rencana pengembangan jaringan untuk 2027.

Noor Huda menyebut pihaknya telah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan jaringan irigasi di Tengku Dacing.

Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas, dengan cakupan lebih dari 50 hektare.

“Untuk tahun ini kami sudah DED untuk irigasi di Tengku Dacing dan sedang berproses. Insyaallah kita usulkan melalui SIPURI untuk tahun 2027,” ungkapnya.

Selain Tengku Dacing, pengembangan juga disiapkan di wilayah Safari. DPUPRKP berencana mengusulkan pembangunan saluran dengan pasangan batu pada 2027, khususnya untuk saluran primer.

Usulan tersebut diharapkan dapat masuk dalam perencanaan perubahan anggaran sehingga pembangunan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan pembiayaan daerah.

Dengan berbagai program tersebut, Pemkab Tana Tidung berupaya membangun sistem irigasi secara berkelanjutan. (ana/ana)

Editor : Sophian Hadi
irigasi BWS DPUPRKP Tana Tidung