Tonase Berlebih Diduga Picu Plat Deker Rusak, DPUPRKP Tana Tidung Ajak Warga Jaga Fasilitas Umum

Sophian Hadi • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:09 WIB
PERBAIKAN: DPUPRKP Tana Tidung membenahi plat deker dan drainase di Jalan Jenderal Sudirman Tideng Pale. FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN
PERBAIKAN: DPUPRKP Tana Tidung membenahi plat deker dan drainase di Jalan Jenderal Sudirman Tideng Pale. FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN

 

 

TIDENG PALE – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Tana Tidung terus melakukan penanganan terhadap kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan.

Salah satu kerusakan yang menjadi perhatian terjadi pada plat deker di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPRKP Tana Tidung, Didakus Pito, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kerusakan terjadi pada plat deker. Diduga dipicu oleh tonase atau beban angkutan yang melebihi kapasitas.

“Dari hasil pemeriksaan, kerusakan terjadi pada plat deker. Kemungkinan salah satu penyebabnya adalah angkutan yang berlebihan, misalnya di atas 6 ton,” ujar Didakus, Rabu (26/8).

Selain melakukan perbaikan plat deker, DPUPRKP juga sekaligus membenahi sistem drainase di kawasan tersebut.

Langkah itu dilakukan agar aliran air dapat mengalir dengan baik menuju sungai dan tidak menimbulkan genangan di sekitar jalan.

“Kalau drainasenya tidak kita kerjakan, sebenarnya pekerjaan ini (plat deker) sudah bisa selesai. Tetapi sekalian kita kerjakan supaya air bisa mengalir ke sungai. Kalau tidak diberikan akses, justru bisa terjadi genangan air di jalan,” jelasnya.

Pito menambahkan, pekerjaan perbaikan plat deker diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan.

Meski secara teknis beton dapat mencapai kekuatan tertentu dalam waktu sekitar 21 hari, pihaknya memilih memberikan waktu lebih lama untuk memastikan keamanan dan kualitas konstruksi.

“Pekerjaan plat deker ini sekitar satu bulan. Sebenarnya umur beton sekitar 21 hari, tetapi untuk keamanan dan memastikan semuanya benar-benar aman, kita tarik sampai satu bulan. Saya lupa pasti tanggal berapa selesainya,” ungkapnya.

Selain persoalan kerusakan akibat beban kendaraan, Didakus juga menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak menggunakan fasilitas secara sembarangan, termasuk menerobos atau melintasi area yang tidak diperuntukkan sebagai jalur kendaraan, seperti trotoar.

“Masyarakat kami imbau supaya bersama-sama menjaga fasilitas yang ada,” tegasnya.

Menurut Pito, sejumlah fasilitas umum, termasuk panel pengatur drainase di Jalan Perintis dan kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem), juga membutuhkan perhatian dan pengawasan bersama.

“Kami ada pasang plat untuk menyeberang, kan ada drainase dan ada grill di atasnya. Harusnya aman, tapi ternyata ada indikasi dicuri orang, hilang,” ungkapnya.

Karena itu, DPUPRKP Tana Tidung mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga aset dan fasilitas umum demi kepentingan bersama.

“Kita mengimbau masyarakat untuk menjaga dan tidak merusak fasilitas umum, " tutupnya. (*)

Editor : Sophian Hadi
plat deker DPUPRKP Tana Tidung