Tanggap Darurat 14 Hari, 104 Korban Kebakaran di Tana Tidung Terima Bantuan

Sophian Hadi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 22:21 WIB

 

BANTUAN: DSP3APMD Tana Tidung menerima bantuan berupa pakaian layak pakai untuk korban kebakaran. FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN
BANTUAN: DSP3APMD Tana Tidung menerima bantuan berupa pakaian layak pakai untuk korban kebakaran. FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN

TIDENG PALE – Masa tanggap darurat kebakaran yang berlangsung selama 14 hari diharapkan dapat memberikan pelayanan maksimal bagi para korban kebakaran di Desa Tideng Pale dan Tideng Pale Timur.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSP3APMD) Kabupaten Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, mengatakan bantuan dari masyarakat untuk korban kebakaran yang terjadi pada Senin (17/8) malam mulai disalurkan pada Senin malam (24/8).

Menurutnya, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan jumlah jiwa yang tercantum dalam masing-masing kartu keluarga.

“Bantuan yang diberikan sesuai dengan jumlah jiwa yang ada di dalam kartu keluarga. Data final ada 33 kepala keluarga dengan total 104 jiwa yang menerima bantuan,” ujarnya diamini Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Didik Darmadi.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, seperti beras, uang tunai, serta pakaian layak pakai.

Selama masa tanggap darurat, pemerintah daerah juga masih membuka penerimaan sumbangan atau bantuan dari masyarakat yang ingin membantu para korban kebakaran.

“Selama masa tanggap darurat, kami masih membuka penerimaan sumbangan dari masyarakat untuk korban kebakaran,” katanya.

Arief memastikan kebutuhan logistik para korban kebakaran di Jalan Jenderal Sudirman akan terus mendapat perhatian selama masa tanggap darurat.

Sebagai informasi, tidak hanya kebutuhan logistik, kondisi kesehatan para korban juga menjadi perhatian pemerintah.

Meski saat ini tidak ada lagi korban yang tinggal di posko penampungan, pelayanan tetap diberikan kepada seluruh korban kebakaran.

Para korban mayoritas tinggal di rumah kerabat, maupun sewa rumah atau indekos.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap kondisi kesehatan kelompok rentan, terutama keluarga yang memiliki balita.

Dengan masa tanggap darurat yang masih berlangsung, pemerintah daerah berharap seluruh kebutuhan dasar para korban dapat terpenuhi secara maksimal, sembari terus menggalang kepedulian masyarakat untuk membantu warga yang terdampak musibah tersebut.(*)

Editor : Sophian Hadi
BPBD KTT dinsos