Update Kebakaran Tana Tidung: 104 Jiwa Terdampak

Sophian Hadi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:32 WIB
BERSIH-BERSIH: Tim gabungan TNI, Polri, Damkar dan yang terkait lainnya melakukan pembersihan lokasi eks kebakaran di Jalan Jenderal Sudirman pada Selasa (19/8). FOTO: SOPIAN/RADAR KALTARA
BERSIH-BERSIH: Tim gabungan TNI, Polri, Damkar dan yang terkait lainnya melakukan pembersihan lokasi eks kebakaran di Jalan Jenderal Sudirman pada Selasa (19/8). FOTO: SOPIAN/RADAR KALTARA

 

 

TIDENG PALE – Musibah kebakaran yang melanda kawasan permukiman di Jalan Jenderal Sudirman, Selasa (18/8) malam, meninggalkan dampak cukup besar.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sedikitnya 104 jiwa dari 36 kepala keluarga (KK) terdampak baik tempat tinggal maupun usaha akibat kobaran api.

Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 21 unit bangunan terbakar.

Selain kerugian material, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka. 

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang berlangsung hingga Selasa (19/8) dini hari tersebut.

Kebakaran terjadi di sekitar kawasan RT VII Desa Tideng Pale dan RT I Tideng Timur, Kecamatan Sesayap. 

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah KTT terus berupaya memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kebakaran.

Tak hanya memastikan kebutuhan makan dan minum terpenuhi, pemerintah daerah juga menyalurkan berbagai bantuan untuk meringankan beban korban selama masa tanggap darurat.

Bantuan yang disiapkan cukup beragam, mulai dari kasur, selimut, pakaian, makanan siap saji hingga peralatan dapur keluarga.

Bantuan sandang untuk orang dewasa meliputi pakaian pria, pakaian wanita dan handuk mandi.

Tak hanya kebutuhan orang dewasa, pemerintah juga menyiapkan family kit yang berisi berbagai perlengkapan dasar keluarga.

Selain bantuan Kemensos, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSP3APMD) juga membuka posko penerimaan sumbangan dari warga di posko penampungan Pendopo Djaparuddin.

Kepala DSP3APMD Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, mengatakan keberadaan posko diperlukan agar seluruh bantuan yang masuk dapat terdata dan penyalurannya berlangsung tertib.

“Supaya penyalurannya lebih terkoordinasi. Kabarnya ada bantuan dari Malinau, Bulungan, provinsi maupun TP PKK,” jelas Arief, Rabu (19/8).

Menurutnya, koordinasi menjadi hal penting agar bantuan yang diterima dapat disalurkan sesuai kebutuhan masing-masing korban dan tepat sasaran.

Sejauh ini bantuan masyarakat terus mengalir, dari paguyuban, komunitas dan lainnya. 

Bantuan mayoritas berupa sembako dan pakai layak pakai.(*)

 

 

 

 

Editor : Sophian Hadi
BPBD KTT Tana Tidung