Lapak Pasar Basah Banyak Tak Aktif, Disperindagkop Tana Tidung Siapkan Langkah Tegas

Sophian Hadi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:08 WIB
Kabid Perdagangan Firman Rudding
Kabid Perdagangan Firman Rudding

 

TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) mulai menata kembali aktivitas perdagangan di Pasar Basah Imbayud Taka Tideng Pale.

Langkah ini dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan lapak pasar sekaligus mendorong pedagang yang masih berjualan di pinggir jalan agar masuk ke area pasar.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Tana Tidung, Firman Rudding, mengatakan pihaknya terlebih dahulu memastikan fasilitas dan lapak di Pasar Basah siap digunakan sebelum memberikan imbauan kepada pedagang yang berjualan di luar pasar.

“Sebelum kami mengimbau masyarakat yang jual di pinggiran, tentunya kami siapkan dulu fasilitasnya, bahwa fasilitas yang di pasar itu sudah siap,” ujar Firman, Rabu (19/8).

Dalam pengecekan yang dilakukan, Disperindagkop menemukan sejumlah lapak yang sebelumnya sudah memiliki nama atau telah dibagikan kepada pedagang, namun tidak aktif digunakan.

Firman mengatakan, untuk area pasar ikan, sementara ini terdapat sekitar 10 lapak (pekan lalu) yang terisi dan aktif dari total 54 los, sementara kapasitas lainnya masih akan diverifikasi lebih lanjut.

“Sebenarnya semua ada isinya, cuma tidak aktif. Makanya ini kami upaya bersihkan dulu. Mana yang tidak aktif nanti kami konfirmasi,” katanya.

Menurutnya, pemerintah tidak ingin langsung menyatakan lapak tersebut kosong karena sebagian masih tercatat atas nama pedagang.

Karena itu, Disperindagkop akan melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pemilik lapak.

Jika setelah dilakukan konfirmasi lapak tersebut memang tidak lagi digunakan, pemerintah daerah akan mempertimbangkan untuk mengalihkannya kepada pedagang lain yang selama ini berjualan di luar pasar.

“Kami akan tinjau kembali lapak-lapak yang sudah pernah diundi, sudah pernah didaftar. Kalau memang tidak ada, akan kami alihkan kepada pedagang yang mau berjualan di pasar,” jelasnya.

Selain menata lapak, Disperindagkop juga melakukan pembenahan akses di sekitar pasar.

Sejumlah peti atau barang yang menghalangi akses jalan disingkirkan agar kawasan pasar terlihat lebih luas dan tidak terkesan sempit.

“Biar agak luas, jadi pemandangan bisa langsung ke belakang,” ujar Firman.

Penataan ini diharapkan dapat membuat Pasar Basah Tideng Pale lebih nyaman dan menarik bagi masyarakat.

Pemerintah juga berharap pedagang yang selama ini berjualan di pinggir jalan dapat memanfaatkan fasilitas pasar yang telah disediakan.

Dengan semakin banyak pedagang yang beraktivitas di dalam pasar, Disperindagkop berharap geliat perdagangan kembali meningkat dan masyarakat lebih tertarik berbelanja di Pasar Basah Imbayud Taka Tideng Pale.(*)

Editor : Sophian Hadi
Pasar Imbayud Taka Disperindagkop pasar ikan Tana Tidung