Detik-detik Kebakaran di Tideng Pale Timur Tana Tidung, Ini Kata Pemilik Warung Arema

Sophian Hadi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:24 WIB
KEBAKARAN HEBAT: Tim gabungan berjibaku memadamkan api yang membakar sejumlah bangunan di Jalan Jenderal Sudirman Tideng Pale,Senin malam (17/8)?FOTO; SOPIAN/RADAR TARAKAN
KEBAKARAN HEBAT: Tim gabungan berjibaku memadamkan api yang membakar sejumlah bangunan di Jalan Jenderal Sudirman Tideng Pale,Senin malam (17/8)?FOTO; SOPIAN/RADAR TARAKAN

 

TIDENG PALE – Kebakaran yang melanda kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Tideng Pale dan Tideng Pale Timur, Kabupaten Tana Tidung, Senin (17/8) malam, menyisakan kepanikan bagi warga. 

Wawan, pemilik Warung Arema, menceritakan detik-detik sebelum dirinya mengetahui kobaran api.

Wawan mengatakan, aktivitas memasak dan berjualan di warungnya telah selesai sekitar pukul 16.00 WITA.

Setelah itu, warung ditutup dan ia bersama istrinya membersihkan area sebelum beristirahat.

“Masak terakhir itu jam 4 sore. Kita sudah selesai semua. Kita tutup, bersih-bersih, setelah itu santai,” kata Wawan, Selasa (18/8).

Menjelang malam, Wawan bersama istrinya makan di RTH hingga sekitar pukul 19.30 WITA.

Setelah itu, keduanya pergi ke rumah seorang teman. Mereka baru kembali sekitar pukul 21.00 WITA lebih.

Karena udara terasa dingin setelah hujan, Wawan sempat pulang ke rumah untuk mengambil jaket yang berada di bagian belakang.

Namun, tak lama setelah kembali ke RTH, ia justru melihat kobaran api.

"Baru saya parkir motor, lihat sebentar ada kebakaran," bebernya.

Wawan mengaku heran jika sumber api disebut berasal dari rumahnya. Karena kamar dan dapur saling berhadapan.

Menurutnya, kedua bagian tersebut berada di dalam rumah dan tidak mungkin api langsung membesar tanpa terlebih dahulu terlihat asap atau kobaran kecil.

“Kalau api dari rumah saya yang belakang, kan tidak mungkin langsung sebesar itu. Pasti api kecil dulu atau ada asap. Saya pasti tahu karena kalau ke kamar saya pasti melewati dapur. Tapi waktu saya datang, apinya sudah besar,” ujarnya.

Menurut Wawan, seorang saksi yang ikut melakukan upaya pemadaman sejak awal sempat melihat api berasal dari bagian belakang rumah.

Kobaran kemudian merembet ke bagian depan. Angin dan kondisi cuaca saat itu diduga membuat api semakin cepat menjalar.

Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong karena Wawan dan istrinya sedang berada di luar.

Warga yang berada di sekitar lokasi juga sempat mendobrak pintu warung dan rumah karena mengira kebakaran berasal dari bagian belakang.

Namun, setelah berhasil masuk, bagian dalam rumah disebut belum terbakar.

Pascakebakaran, Wawan dan istrinya untuk sementara harus meninggalkan tempat tinggalnya. Keduanya memilih menumpang di rumah seorang teman.

“Untuk sementara tinggal sama kawan,” ujar Wawan.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara oleh pihak kepolisian.(*)

Editor : Sophian Hadi
Damkar KTT kebakaran