TIDENG PALE – Penanganan kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, RT Desa Tideng Pale Timur, Kabupaten Tana Tidung, Senin (17/8/2026) malam, melibatkan seluruh kekuatan pemadam kebakaran bersama sejumlah unsur terkait.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkar pada Dinas Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Tana Tidung, Yusva Kusuka Jaya, mengatakan pihaknya memiliki lima unit armada.
Empat unit awalnya diturunkan untuk penanganan karena satu armada sedang mengalami gangguan dan berada di bengkel.
“Armada kita ada lima unit. Awalnya yang kita masukkan untuk penanganan ada empat karena satu trouble dan masih di bengkel. Alhamdulillah kondisinya sudah sekitar 95 persen dan tadi sempat digunakan. Jadi akhirnya lima-limanya bisa berfungsi dan sudah kembali ke full” ujar Yusva.
Dari lima armada tersebut, dua unit merupakan mobil penyerang dan tiga lainnya berfungsi sebagai mobil pemasok air atau water supply.
Dalam penanganan kebakaran, Damkar juga mendapat dukungan personel dan armada dari Batalyon, Kodim, PDAM, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), serta masyarakat.
Menurut Yusva, informasi awal mengenai kebakaran diterima sekitar pukul 21.39–21.40 WITA.
Laporan tersebut disampaikan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Personel turun semua. Yang tidak sedang berjaga juga ikut turun membantu penanganan,” katanya.
Namun, keterbatasan personel menjadi salah satu kendala dalam penanganan.
Saat kejadian, Regu Jaya yang bertugas hanya memiliki lima personel. Dua di antaranya berhalangan karena sedang mengalami kedukaan keluarga, sehingga personel yang tersedia di pos hanya tersisa tiga orang.
“Personel menjadi salah satu kendala. Regu Jaya yang berjaga hanya lima orang, tetapi dua orang mengalami kedukaan sehingga izin. Jadi yang ada di pos hanya tiga orang,” jelasnya.
Selain personel, ketersediaan air juga sempat menjadi kendala.
Kondisi tersebut kemudian diatasi dengan bantuan PDAM, KPH, dan unsur lainnya yang membantu memasok kebutuhan air selama proses pemadaman.
Yusva menyebut kondisi angin juga sempat menjadi tantangan di lapangan.
Namun, berkat kerja sama seluruh unsur dan kondisi angin yang kemudian lebih mendukung, api berhasil dikendalikan.
Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali. Proses pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 01.00 WITA.
Sementara itu, berdasarkan pendataan sementara BPBD, sedikitnya 20 bangunan terdampak akibat kebakaran.
Data tersebut masih bersifat sementara dan pendataan lebih lanjut masih dilakukan di lapangan.
Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah penanganan bagi warga terdampak, termasuk kemungkinan penyediaan tempat pengungsian.
Rapat persiapan penanganan warga terdampak dan posko pengungsian dilakukan pemerintah daerah pada dini hari.
“Untuk korban, pemerintah juga sedang mempersiapkan langkah-langkah penanganan, termasuk posko pengungsian,” terang Didik Darmadi, Kepala Pelaksana BPBD Tana Tidung.
Penanganan pascakebakaran selanjutnya akan dilanjutkan dengan pendataan dan pemeriksaan lokasi untuk memastikan jumlah bangunan terdampak serta penyebab kebakaran.(*)
Editor : Sophian Hadi