Mako Yonif TP 922/Upun Taka Tana Tidung Masuk Tahap Finalisasi, Warga Ikut Tentukan Titik Lokasi

Sophian Hadi • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 17:38 WIB
Komandan Yonif TP 922/Upun Taka Tana Tidung Mayor Inf Michael Connis Tanaem
Komandan Yonif TP 922/Upun Taka Tana Tidung Mayor Inf Michael Connis Tanaem

 

 

TIDENG PALE– Rencana pembangunan Markas Komando (Mako) Batalyon Infantri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 922/Upun Taka di Kabupaten Tana Tidung (KTT) memasuki tahap finalisasi lokasi.

Penentuan titik pembangunan kini melibatkan masyarakat untuk memastikan lahan yang dipilih tidak bersinggungan dengan lahan produktif warga.

Lokasi yang menjadi fokus pembangunan berada di wilayah Desa Sebawang dan sedikit Bebakung.

Namun, luas lahan yang akan digunakan masih dalam proses pengukuran ulang dan diperkirakan mencapai sekitar 100 hektare.

Komandan Yonif TP 922/Upun Taka Tana Tidung Mayor Inf Michael Connis Tanaem mengatakan, peninjauan lokasi sebelumnya telah dilakukan bersama tim Kementerian Pertahanan dan masyarakat.

“Masih diukur ulang. Kurang lebih sekitar 100 hektare, tetapi untuk kepastiannya kami belum bisa memastikan karena masih proses pengecekan ulang,” ujar Michael, Senin (17/8).

Pengecekan dilakukan untuk memastikan lahan yang disiapkan benar-benar klir serta tidak bersinggungan dengan lahan produktif warga.

Dalam proses peninjauan, sejumlah titik bahkan mengalami perubahan setelah masyarakat ikut melihat langsung lokasi yang direncanakan.

“Ada beberapa titik yang memang kita geser. Kita menyesuaikan dengan masyarakat yang punya tanah tersebut. Jadi saat peninjauan, kita sudah langsung ketemu titiknya,” jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan agar pembangunan batalion tidak menimbulkan persoalan pertanahan maupun konflik dengan masyarakat di kemudian hari.

Sebelum pembangunan fisik dimulai, pihak Yonif TP 922 juga merencanakan ritual adat dan doa bersama masyarakat.

Kegiatan tersebut ditargetkan berlangsung pada pekan ketiga Agustus 2026, meski tanggal pastinya masih menunggu kesiapan alat yang akan didatangkan pihak pengembang.

Ritual adat nantinya melibatkan masyarakat adat di sekitar Sebawang.

Kegiatan ini diharapkan menjadi bentuk penghormatan terhadap adat setempat sekaligus doa bersama agar pembangunan berjalan lancar hingga selesai.

“Kita nanti akan mengadakan kegiatan ritual untuk bersama-sama berdoa dan bersyukur, karena pembangunan batalyon diharapkan bisa berjalan dengan baik, lancar sampai dengan selesai,” katanya.

Selain ritual adat, sosialisasi dan persetujuan masyarakat juga akan dilakukan.

Tujuannya agar seluruh masyarakat mengetahui dan memahami bahwa pembangunan tersebut telah melalui proses kesepakatan bersama.

“Supaya semua masyarakat satu suara dan semuanya mengetahui bahwa pembangunan tersebut sudah atas kesepakatan masyarakat,” ujarnya.

Nantinya, pembangunan kompleks Yonif TP 922 tidak hanya berupa markas batalion. Fasilitas yang direncanakan meliputi kantor, barak prajurit, perumahan, lahan pertanian hingga lapangan tembak.

“Pembangunannya nanti beberapa tahap. Ada batalyon, kantor, barak, kemudian perumahan, lahan pertanian dan lapangan tembak. Jadi kita merencanakan batalyon yang lengkap dengan fasilitasnya,” ungkapnya.

Dari sisi personel, Yonif TP 922 diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.000 personel ketika struktur organisasi dan daftar susunan personelnya terpenuhi secara penuh.

"Saat ini personel masih 600, dan akan dilengkapi secara bertahap. Masih ada sekitar 400 personel lagi," ujarnya.

Michael menegaskan, pembangunan tersebut membutuhkan proses dan waktu.

Karena itu, seluruh tahapan akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pihak terkait dan masyarakat.

“Kita doakan sama-sama supaya semua proses ini berjalan dengan baik. Kehadiran Yonif TP 922 ini merupakan batalion yang pertama di Tana Tidung,” pungkasnya.(*)

Editor : Sophian Hadi
MaKo batalyon