Jembatan Kayu Nyaris Roboh, Kodim 0914/TNT Ganti dengan Jembatan Beton Garuda untuk Warga Seludau

Sophian Hadi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:15 WIB
SIAP DIGUNAKAN: Dandim 0914/TNT Letkol Arm. R. Florensius Ferdian Ricarda meresmikan jembatan Beton Garuda di Desa Seludau, Kecamatan Sesayap Hilir, Kamis (13/8).FOTO: IST
SIAP DIGUNAKAN: Dandim 0914/TNT Letkol Arm. R. Florensius Ferdian Ricarda meresmikan jembatan Beton Garuda di Desa Seludau, Kecamatan Sesayap Hilir, Kamis (13/8).FOTO: IST
 

 

TIDENG PALE– Kondisi jembatan kayu yang dinilai sudah tidak layak dan rawan roboh mendorong Kodim 0914/Tana Tidung (TNT) membangun jembatan beton Garuda di Desa Seludau, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung (KTT). 

Pembangunan ini menjadi salah satu dari tujuh titik jembatan beton yang tengah dikerjakan Kodim 0914/TNT di Tana Tidung.

Dandim 0914/TNT Letkol Arm. R. Florensius Ferdian Ricarda mengatakan, dari total tujuh jembatan yang menjadi target pembangunan, satu jembatan di Seludau telah rampung dan telah diresmikan bersama satu sumur bor yang dilakukan serentak di Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto secara serentak pada Kamis (13/8).

“Total jembatan yang kita bangun ada tujuh titik, sedangkan untuk air bersih sumur bor ada satu titik. Yang sudah siap dan sudah jadi baru satu, untuk jembatan di Seludau, yang panjang 6 meter, lebar 4 meter," ujarnya usai meresmikan jembatan beton di Seludau secara simbolis.

Menurut Letkol Florensius, pembangunan jembatan di RT 2 Seludau diprioritaskan karena jalur tersebut memiliki intensitas lalu lintas masyarakat yang cukup tinggi.

Sebelumnya, warga hanya mengandalkan jembatan kayu yang kondisinya sudah memprihatinkan.

Pihak Kodim melalui Babinsa juga telah melakukan pemantauan terhadap aktivitas masyarakat di lokasi tersebut sebelum pembangunan dilakukan.

“Intensitas lalu lintas masyarakat cukup tinggi. Sebelumnya hanya ada jembatan kayu, kondisinya sudah bisa dikatakan kurang layak, tinggal menunggu waktu untuk roboh,” jelasnya.

Selain jembatan Seludau, enam titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Kodim menargetkan seluruh pembangunan dapat diselesaikan paling lambat awal bulan depan.

Namun, pengerjaan di lapangan menghadapi kendala berupa kelangkaan material, terutama batu koral.

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya gangguan pada mesin penghancur atau pencacah batu koral.

“Mesin untuk penghancur atau pencacah batu koral agak sedikit rusak. Mau tidak mau kita menunggu, jadi pekerjaan agak sedikit tertunda, tetapi tidak sampai terhambat,” katanya.

Di sisi lain, pembangunan sarana air bersih melalui sumur bor juga menjadi bagian dari program Kodim 0914/TNT.

Satu titik sumur bor dibangun di Desa Mendupo, Kecamatan Betayau.

Letkol Florensius menyebutkan, pembangunan sumur bor tersebut telah selesai.

Pihaknya selanjutnya akan meninjau lokasi untuk memastikan kesiapan fasilitas sebelum dilakukan peresmian.

“Kebetulan kita mendapat giliran satu titik untuk jembatan dan satu sumur bor. Sumur bor sudah jadi, cuma peresmiannya kita anggap sekalian, nanti saya ke sana sekalian meresmikan secara simbolis saja,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan DSPAPMD, Camat, Polres dan Diskominfo Tana Tidung.(*)

Editor : Sophian Hadi
Jembatan Beton kodim 0914 TNT Tana Tidung