Pemkab Tana Tidung-UINSI Teken MoU, Bupati Ibrahim: IAIN Kebutuhan, Bukan Sekadar Keinginan

Sophian Hadi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:35 WIB
KERJA SAMA: Pemkab Tana Tidung dan UINSI Samarinda teken MoU terkait rencana pendirian IAIN di Tana Tidung. (FOTO: IST)
KERJA SAMA: Pemkab Tana Tidung dan UINSI Samarinda teken MoU terkait rencana pendirian IAIN di Tana Tidung. (FOTO: IST)

 

JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT) semakin serius mendorong berdirinya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) pertama di Kalimantan Utara.

Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menegaskan, kehadiran perguruan tinggi keagamaan Islam negeri di Kaltara bukan sekadar ambisi daerah, melainkan kebutuhan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat sumber daya manusia.

Komitmen tersebut ditegaskan Ibrahim dalam forum sosialisasi regulasi penjaminan mutu perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) dalam rangka pendirian IAIN Tana Tidung di Jakarta, Rabu (12/8).

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Tana Tidung juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.

Ibrahim menyampaikan, hingga saat ini belum terdapat perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang representatif di Kalimantan Utara.

Kondisi tersebut membuat lulusan madrasah aliyah, SMA maupun pondok pesantren di Kaltara harus keluar daerah apabila ingin melanjutkan pendidikan tinggi keagamaan.

“Pendirian IAIN Kabupaten Tana Tidung ini kami pandang sebagai sebuah kebutuhan, bukan sekadar keinginan,” tegas Ibrahim dalam sambutannya.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi daerah perbatasan.

Kaltara membutuhkan pasokan tenaga pendidik profesional, penyuluh keagamaan yang kompeten, sarjana hukum Islam hingga tenaga ahli di bidang ekonomi syariah untuk mendukung pembangunan daerah.

Karena itu, pendirian IAIN Tana Tidung diarahkan tidak hanya untuk membuka akses pendidikan tinggi Islam yang berkualitas dan terjangkau.

Perguruan tinggi tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan lulusan berdaya saing global dengan tetap berakar pada kearifan lokal.

Selain itu, Ibrahim ingin keberadaan IAIN menjadi salah satu benteng moderasi beragama di wilayah perbatasan melalui pengembangan kajian Islam yang moderat, toleran dan berwawasan kebangsaan.

Siapkan Langkah Konkret

Keseriusan Pemkab Tana Tidung tidak berhenti pada gagasan. Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung proses pendirian IAIN, termasuk menyiapkan lahan seluas 20 hektare di kawasan pusat pemerintahan.

Proses hibah lahan dan kelengkapan administrasi juga terus difinalisasi bersama Kementerian Agama.

Sementara itu, Tim Komite Pendiri telah dibentuk untuk mengawal proses pendirian perguruan tinggi tersebut.

Pemkab Tana Tidung menargetkan kegiatan pembelajaran dapat mulai berjalan pada 2028, sembari menunggu pembangunan kampus permanen.

Sebagai tahap awal, proses pembelajaran akan didukung melalui kerja sama dengan UINSI Samarinda.

Sejumlah fasilitas pendidikan di Kecamatan Sesayap Hilir disiapkan untuk menunjang masa transisi, termasuk ruang rektorat, ruang kelas dan fasilitas bagi dosen.

Gandeng UINSI Samarinda

Kerja sama dengan UINSI Samarinda menjadi bagian penting dari langkah Tana Tidung menuju terwujudnya IAIN pertama di Kaltara.

MoU ditandatangani Rektor UINSI Samarinda Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., bersama Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, SP., di Jakarta.

Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

Turut hadir mendampingi dalam agenda tersebut selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UINSI Samarinda, Dr. Ahmad Mahfud Arsyad, M.Ag Kasubdit Kelembagaan Diktis Kementerian Agama RI, serta jajaran Kepala Dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung.

Kemitraan tersebut mencakup akselerasi dan peningkatan mutu Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), khususnya di Kabupaten Tana Tidung.

Ruang kerja sama meliputi peningkatan kualifikasi tenaga pendidik, perluasan program beasiswa daerah, penguatan riset berbasis potensi lokal serta optimalisasi pengabdian kepada masyarakat.

Ibrahim menegaskan Pemkab Tana Tidung bersama unsur legislatif, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat akan mengawal proses tersebut hingga tuntas.

“Kami berharap paparan yang akan disampaikan dapat memberikan gambaran yang jelas dan meyakinkan, sehingga dapat memperoleh dukungan, arahan dan restu dari Kementerian Agama Republik Indonesia bagi terwujudnya IAIN Kabupaten Tana Tidung,” ujarnya.

Bagi Ibrahim, investasi terbesar dalam pembangunan daerah tetap berada pada kualitas manusia.

Karena itu, pendidikan tinggi keagamaan dipandang sebagai salah satu fondasi penting untuk melahirkan generasi yang unggul, berakhlak, berdaya saing dan tetap memiliki jati diri serta kearifan lokal.

“Semoga IAIN Kabupaten Tana Tidung kelak benar-benar dapat berdiri, tumbuh dan berkembang menjadi lembaga pendidikan tinggi Islam yang unggul, membawa manfaat besar bagi masyarakat Tana Tidung, Kalimantan Utara dan bangsa Indonesia secara keseluruhan,” harapnya(*)

 

 

Editor : Sophian Hadi
IAIN UINSI PTKI perguruan tinggi PEMKAB KTT