TARAKAN – Penyampaian kritik dan aspirasi secara terbuka menjadi bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu terus dijaga. Namun, kebebasan tersebut tetap harus disertai sikap tertib, santun, serta bertanggung jawab agar pesan yang disampaikan tidak menimbulkan persoalan lain di tengah masyarakat.
Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata mengatakan, mahasiswa tetap memiliki ruang untuk menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan. Menurutnya, penyampaian aspirasi secara kritis justru merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi, sepanjang dilakukan dengan cara yang tepat.
“Kepada adik-adik mahasiswa, silakan menyampaikan aspirasi secara kritis dan terbuka, karena itu merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun tetaplah santun, tertib, dan bertanggung jawab,” kata Danan, Selasa (11/8).
Danan juga mengingatkan agar setiap penyampaian aspirasi memperhatikan ucapan maupun tindakan. Terlebih, nilai-nilai kebangsaan tetap harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.
“Jaga ucapan, jaga tindakan, serta hormati nilai-nilai kebangsaan. Jangan sampai tujuan baik yang ingin diperjuangkan justru kehilangan makna karena kurang tepatnya cara penyampaiannya,” tukasnya.
Pernyataan itu disampaikan Danan ketika ditanya mengenai laporan dugaan pelecehan terhadap Pancasila yang berkaitan dengan aksi mahasiswa di depan Kantor Wali Kota Tarakan. Persoalan tersebut saat ini masih dalam penanganan Polres Tarakan.
Danan memilih tidak memberikan penilaian terhadap materi yang dipersoalkan dalam laporan tersebut. Ia menyerahkan proses tersebut kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk melakukan pemeriksaan dan menentukan langkah hukum.
“Untuk persoalan tersebut, saya kira lebih tepat dikonfirmasi kepada pihak yang memiliki kewenangan menangani dan menilai permasalahannya,” katanya.
Menurutnya, proses penanganan laporan yang masih berjalan juga menjadi alasan dirinya tidak memberikan komentar lebih jauh. Hal itu untuk menghindari pernyataan yang dapat ditafsirkan sebagai kesimpulan sebelum proses pemeriksaan selesai.
“Saya tidak ingin memberikan tanggapan yang nantinya justru mendahului proses atau menimbulkan penafsiran yang berbeda,” ujarnya.
Di tengah proses hukum tersebut, Danan mengajak seluruh elemen masyarakat tetap menjaga situasi Kota Tarakan. Ia menekankan pentingnya menghormati Pancasila sekaligus menjaga persatuan agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu kondusivitas daerah.
“Yang pasti, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menghormati Pancasila sebagai dasar negara serta bersama-sama menjaga persatuan dan kondusivitas Kota Tarakan,” pungkasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT