Gebrakan Pendidikan Tana Tidung: IAIN, Sekolah Terintegrasi hingga Sekolah Rakyat Disiapkan

Sophian Hadi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:15 WIB
PENDIDIKAN: Bupati Ibrahim Ali didampingi Wabup, Sekda dan Kepala DPUPRKP Tana Tidung meninjau Puspem belum lama ini. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)
PENDIDIKAN: Bupati Ibrahim Ali didampingi Wabup, Sekda dan Kepala DPUPRKP Tana Tidung meninjau Puspem belum lama ini. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)

 

TIDENG PALE – Tiga gebrakan besar disiapkan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung untuk mengubah wajah pendidikan di daerah.

Mulai dari mendorong berdirinya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) pertama di Kalimantan Utara, membangun sekolah nasional terintegrasi, hingga menghadirkan sekolah rakyat berpola asrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menegaskan, sektor pendidikan menjadi salah satu arah penting pembangunan daerah ke depan.

Tiga program tersebut dipaparkannya dalam Rapat Paripurna Istimewa Masa Sidang II DPRD Tana Tidung dalam rangka memperingati HUT ke-19 Kabupaten Tana Tidung, 10 Agustus 2026 lalu.

Yang paling ambisius adalah rencana menghadirkan IAIN pertama di Kalimantan Utara di Kabupaten Tana Tidung.

Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di kawasan pusat pemerintahan.

Proses hibah lahan dan kelengkapan administrasi saat ini terus difinalisasi bersama Kementerian Agama.

Tim Komite Pendiri juga telah dibentuk untuk mengawal proses pendirian tersebut.

Ibrahim menyebut proses pembelajaran ditargetkan sudah dapat dimulai pada 2028, sembari menunggu pembangunan kampus permanen.

Tahap awal pembelajaran akan dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.

Sejumlah fasilitas pendidikan di Kecamatan Sesayap Hilir disiapkan untuk mendukung masa transisi, termasuk sebagai ruang rektorat, ruang kelas dan fasilitas dosen.

“Insya Allah IAIN pertama di Kalimantan Utara akan berdiri di Kabupaten Tana Tidung,” kata Ibrahim.

Sekolah Terintegrasi

Tak berhenti di perguruan tinggi, Pemkab Tana Tidung juga menyiapkan sekolah nasional terintegrasi (SNT). 

Konsepnya menyatukan beberapa jenjang pendidikan, mulai pendidikan dasar hingga menengah, dalam satu kawasan dan sistem pengelolaan.

Dengan konsep tersebut, anak-anak diharapkan dapat mengikuti pendidikan secara berkesinambungan tanpa harus berpindah-pindah kawasan pendidikan.

Untuk merealisasikannya, Pemkab telah menyediakan lahan sekitar 11,91 hektare di kawasan pusat pemerintahan.

Usulan pembangunan sekolah baru juga telah disampaikan kepada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan pada 3 Juni 2026 dan kini masih menunggu keputusan pemerintah.

Sekolah Rakyat Rp316 Miliar

Program ketiga menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih besar, yakni anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Pemkab mendorong pembangunan sekolah rakyat berpola asrama yang direncanakan berdiri di kawasan pendidikan pusat pemerintahan dengan luas lahan sekitar 10,6 hektare.

Survei lapangan oleh Kementerian Pekerjaan Umum telah dilakukan. Pembangunan ditargetkan mulai 2027 dengan estimasi anggaran mencapai sekitar Rp316 miliar.

Ibrahim berharap sekolah rakyat tidak sekadar menjadi tempat belajar, tetapi menjadi ruang untuk membangun masa depan anak-anak Tana Tidung.

Melalui sistem pendidikan dan pola asrama, anak-anak diharapkan memperoleh pendidikan yang layak, pembinaan karakter, peningkatan keterampilan, serta kesempatan yang lebih besar untuk mengembangkan potensi mereka.

“Dukungan pendidikan, pembentukan karakter dan keterampilan menjadi bagian penting agar anak-anak kita memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.(*)

Editor : Sophian Hadi
IAIN pendidikan puspem Ibrahim Ali