Cuaca Ekstrem Kerap Bikin PJU Tana Tidung Mati, Dishub: Warga Harus Aktif Melapor

Sophian Hadi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 13:45 WIB
DITAMBAH: Kondisi PJU di sejumlah ruas jalan yang sudah mulai beroperasi di Tana Tidung.
DITAMBAH: Kondisi PJU di sejumlah ruas jalan yang sudah mulai beroperasi di Tana Tidung.

TIDENG PALE – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tana Tidung meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan penerangan jalan umum (PJU) yang mati di sejumlah ruas jalan.

Laporan warga dinilai penting untuk mempercepat penanganan, mengingat keterbatasan personel, anggaran, serta kondisi cuaca ekstrem yang belakangan melanda.

Kabid Sarpras dan Keselamatan Dishub Tana Tidung, Abdul Murad, mengatakan gangguan PJU cukup sering terjadi, terutama saat musim hujan yang disertai petir dan angin kencang.

“Musim hujan di KTT ini luar biasa petirnya. Hujan juga hampir setiap hari. Dalam seminggu paling tidak empat hari hujan,” ujarnya, Selasa (4/8).

Menurutnya, sambaran petir menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan lampu maupun komponen PJU mengalami kerusakan.

Selain itu, sejumlah lampu juga mengalami kerusakan karena masa pakainya sudah habis.

Abdul Murad mengatakan pihaknya akan berupaya merespons setiap laporan masyarakat terkait PJU yang mati.

Jika persediaan lampu tersedia, penggantian akan dilakukan secepatnya.

“Kalau ada masyarakat melihat PJU mati, silakan dilaporkan kepada kami. Sepanjang ada persediaan lampu, kami akan upayakan untuk segera menggantinya,” katanya.

 

Menurut Abdul Murad, penerangan jalan juga menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat, khususnya pada malam hari.

Kondisi jalan yang gelap tidak hanya mengganggu keselamatan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerawanan keamanan.

Karena itu, Dishub terus berupaya memaksimalkan penerangan, meski masih terbentur keterbatasan anggaran.

Kondisi tersebut semakin kompleks pada ruas jalan yang merupakan aset Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

Untuk ruas jalan provinsi, Dishub Tana Tidung tetap melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi apabila ditemukan lampu yang rusak atau membutuhkan penanganan.

“Kami tetap mengawasi. Kalau ada yang rusak, kami koordinasikan ke provinsi. Kalau ada lampu yang bisa diberikan, nanti kami optimalkan untuk dipasang,” tuturnya.

Abdul Murad berharap penerangan jalan di Tana Tidung dapat terus ditingkatkan secara bertahap, terutama di kawasan yang masih minim penerangan.

“Harapan kami penerangan jalan bisa maksimal, terutama di daerah-daerah yang masih gelap. Karena selain keselamatan, penerangan juga penting untuk mengantisipasi potensi kejahatan,” pungkasnya.

Editor : Sophian Hadi
pemkab dishub pju Tana Tidung