Jalan Pelabuhan Feri Sebawang Rusak, Dishub Tana Tidung Ajak Perusahaan Turun Tangan

Sophian Hadi • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 16:07 WIB

 

EFISIENSI ANGGARAN: Dishub Tana Tidung berharap perusahaan turut andil dalam perbaiki jalan Pelabuhan Sebawang. (FOTO: ISTIMEWA)
EFISIENSI ANGGARAN: Dishub Tana Tidung berharap perusahaan turut andil dalam perbaiki jalan Pelabuhan Sebawang. (FOTO: ISTIMEWA)

TIDENG PALE – Kondisi jalan menuju Pelabuhan Peri, Kabupaten Tana Tidung (KTT), mulai mendapat perhatian pemerintah di tengah efisiensi amggaran.

Sejumlah bagian jalan dilaporkan mengalami kerusakan dan terdapat lubang yang cukup dalam, sehingga perlu segera mendapat penanganan.

Kepala Bidang Sarana Prasarana dan Keselamatan Dinas Perhubungan (Dishub) Tana Tidung, Abdul Murad, mengatakan banyaknya keluhan masyarakat terkait kondisi jalan menjadi salah satu perhatian pihaknya.

“Memang banyak keluhan masyarakat yang kami terima. Persoalan-persoalan itu yang menjadi sasaran kami pertama,” ujar Abdul Murad, Senin (3/8).

Menurutnya, kondisi jalan menuju Pelabuhan feri perlu mendapat perhatian serius karena jalur tersebut tidak hanya digunakan masyarakat, tetapi juga menjadi akses kendaraan pengangkut barang berukuran besar maupun TBS sawit.

Karena itu, Dishub KTT tidak hanya mengandalkan penanganan dari pemerintah daerah.

Pihaknya berencana menggandeng perusahaan yang beraktivitas di sekitar wilayah tersebut untuk ikut berpartisipasi dalam perbaikan jalan.

“Kami coba meminta bantuan kepada perusahaan-perusahaan. Kita sama-sama berkontribusi untuk daerah, salah satunya dalam bentuk membantu penanganan jalan,” katanya, Senin (3/7).

Abdul Murad menyebut sejumlah perusahaan, di antaranya AKSS dan PCP, akan diajak berkomunikasi terkait kemungkinan dukungan dalam penanganan jalan.

Menurutnya, partisipasi perusahaan dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah.

“Kami berharap usulan ini bisa diakomodasi. Kalau perusahaan welcome dengan niat kita untuk sama-sama membangun KTT yang lebih baik, tentunya sangat membantu,” ujarnya.

Selain menggandeng perusahaan, Dishub juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk penanganan di lapangan.

Salah satu opsi sementara adalah memanfaatkan material tanah yang tersedia di sekitar lokasi untuk menutup bagian jalan yang berlubang, kemudian diratakan menggunakan alat berat.

“Kalau tanahnya ada, bisa kita ambil dari samping untuk ditimbun ke tengah, kemudian diratakan kembali. Untuk alat, kita bisa koordinasikan dengan PU,” jelas Abdul Murad.

Namun, ia mengakui penanganan jalan masih menghadapi kendala, terutama terkait ketersediaan material seperti batu.

Sementara untuk alat berat, pihaknya berharap dapat memperoleh dukungan dari Dinas PU.

“PU mungkin bisa membantu dari sisi alat. Tetapi untuk bahan seperti batu dan sebagainya, ini yang agak sulit,” katanya.

Abdul Murad menilai penanganan jalan menuju Pelabuhan feri memang membutuhkan perhatian khusus.

Sebab, jalur tersebut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan jalan biasa karena banyak dilalui kendaraan besar dan alat berat.

“Jalan menuju Peri ini memiliki spesifikasi yang berbeda dengan jalan biasa karena dilewati mobil dan alat besar. Tahun ini kami coba lakukan penanganan sementara, sembari menunggu peningkatan jalan secara permanen,” pungkasnya.(*)

Editor : Sophian Hadi
Dishub KTT PelabuhN Sebawang kapal feri Rusak Parah