TIDENG PALE – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tana Tidung (KTT) tetap tancap gas mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Utara (Kaltara) ke II Malinau, meski beredar kabar mengenai kemungkinan penundaan pelaksanaan ajang olahraga tersebut.
Ketua KONI KTT, Hafid Padu, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima surat resmi dari KONI Provinsi Kaltara terkait perubahan jadwal Porprov.
Karena itu, KONI KTT masih berpedoman pada jadwal awal yang direncanakan berlangsung September 2026.
“Sampai ini kami belum mendapatkan surat resmi pengunduran. Jadi kami tetap mengacu kepada persiapan bulan September. Kami tetap mempersiapkan atlet untuk menghadapi bulan September,” kata Hafid, Senin (3/8).
Ia juga menegaskan KONi Tana Tidung belum pernah menyampaikan adanya pengunduran jadwal kepaslda atlet atau cabor.
"Karena secara administrasi organisasi kami belum pernah menerima surat pengunduran jadwal dari KONI provinsi," tegasnya.
Menurutnya, seluruh cabang olahraga (cabor) tetap diminta menjalankan tahapan persiapan, mulai dari seleksi atlet hingga pendataan pelatih dan ofisial.
Sejumlah cabor bahkan telah menyerahkan data atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti Porprov.
“Sudah ada sekitar delapan cabor yang menyampaikan nama-nama atlet, pelatih dan ofisialnya. Kami tetap meminta semua cabor memasukkan data, nanti kita evaluasi,” ujarnya.
Hafid menegaskan, KONI KTT tidak ingin mengambil keputusan hanya berdasarkan informasi yang belum memiliki dasar administrasi resmi.
Selama belum ada surat resmi mengenai penundaan, persiapan tetap berjalan sesuai jadwal awal.
Namun, apabila nantinya Porprov benar-benar ditunda, Hafid menilai kondisi tersebut tidak menjadi persoalan.
Bahkan, penundaan dapat memberikan waktu persiapan yang lebih panjang bagi atlet dan cabor.
“Kalau toh diundur, tidak ada masalah. Persiapannya malah lebih panjang dan lebih matang, baik menyangkut atlet maupun anggaran,” jelasnya.
Persoalan anggaran juga menjadi salah satu hal yang masih menunggu kepastian. Namun Hafid yakin pemda dalam hal ini Bupati tetap meperisiapkan angaggarannya.
"Karena beliau juga punya komitmen dalam pengembangan dan pembinaan keolahragaan Kabupaten Tana tIdung khususnya olah raga prestasi," sebutnya.
KONI KTT belum mendapatkan informasi secara pasti mengenai besaran anggaran yang akan digunakan untuk persiapan maupun keberangkatan kontingen.
“Kita belum tahu seperti apa anggarannya. Kalau memang anggarannya segini, nanti kita sinkronisasikan dengan cabor yang ada dan potensi yang dimiliki,” katanya.
Jika nantinya keterbatasan anggaran menjadi kendala, KONI KTT akan melihat kemungkinan skema lain agar pembinaan dan partisipasi atlet tetap berjalan.
Salah satunya dengan mendorong kemandirian cabor.
Hafid mencontohkan cabang olahraga tenis meja yang mampu melaju hingga babak final dalam sebuah kejuaraan di Malinau dengan berangkat secara mandiri.
“Ini bagus. Artinya cabor sudah tidak bersifat ketergantungan. Mereka memang punya semangat dan hobi berolahraga. Ke mana ada pertandingan, mereka berangkat tanpa ketergantungan dengan KONI maupun pemerintah,” ungkapnya.
Meski demikian, Hafid menegaskan pemerintah daerah dan KONI tetap berkewajiban memberikan dukungan serta motivasi kepada para atlet yang berjuang membawa nama Kabupaten Tana Tidung.
“Minimal kita memberikan semangat kepada mereka. Mereka sudah berjuang, jadi kita wajib hadir di tengah-tengah mereka,” tuturnya.
Saat ini, KONI KTT masih melakukan pendataan dan seleksi atlet. Dari sekitar 33 hingga 34 cabor yang ada di Tana Tidung, seluruhnya diminta tetap mempersiapkan diri tanpa ada pengecualian.
“Kami tetap meminta semua cabor mempersiapkan atletnya. Tidak ada pengecualian. Nanti setelah data masuk, baru kita evaluasi sesuai kemampuan anggaran dan kebutuhan,” tegas Hafid.
Ia berharap seluruh atlet dan cabor tidak kehilangan semangat meski kepastian jadwal Porprov masih menunggu keputusan resmi.
Menurutnya, persiapan sejak dini penting dilakukan agar kontingen KTT tidak kehilangan waktu ketika jadwal pertandingan akhirnya ditetapkan.
“Selama belum ada surat resmi pengunduran, saya tidak bisa mengatakan Porprov diundur. Secara organisasi kami tetap mempersiapkan diri menghadapi September,” pungkasnya.(*)
.
Editor : Sophian Hadi