TIDENG PALE – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Tana Tidung terus menunjukkan perkembangan.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kesiapan lokasi yang akan menjadi tempat berdirinya sekolah tersebut.
Kunjungan lapangan dilakukan oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DSPMD) Kabupaten Tana Tidung bersama Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Kementerian PUPR.
Kegiatan ini juga melibatkan Bappeda dan Litbang, Dinas PUPRPKP, serta Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tana Tidung.
Peninjauan bertujuan memastikan kesiapan lahan dari aspek teknis, aksesibilitas, hingga kesesuaian dengan persyaratan pembangunan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tana Tidung, M. Arief Prasetiawan, mengatakan Pemkab telah menyiapkan lahan seluas sekitar 10,6 hektare di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Tana Tidung.
"Insyaallah dibangun pada 2027. Kementerian masih menunggu proses sertifikat lahan yang saat ini sedang diproses oleh Dinas PUPRKP Tana Tidung," ujarnya, Senin (20/7).
Arief mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima dari Kementerian PUPR, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Tana Tidung diperkirakan mencapai sekitar Rp316 miliar.
Dengan luas lahan yang lebih besar dibandingkan lokasi Sekolah Rakyat di Tarakan, kapasitas peserta didik yang akan ditampung juga diproyeksikan lebih banyak.
Melalui sinergi antara Pemkab Tana Tidung dan Kementerian PUPR, proses perencanaan hingga pembangunan diharapkan berjalan lancar sehingga dapat menghadirkan fasilitas pendidikan yang representatif bagi masyarakat.
Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Tana Tidung.(*)
Editor : Sophian Hadi