0 Kaltara Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Jaringan Telekomunikasi Menjelutung dan Sengkong Masih Menjadi PR

Sophian Hadi • Kamis, 16 Juli 2026 | 22:01 WIB
JADI PR Sampai saat ini masih ada dua desa yang masih memiliki jaringan internet lemah akibat belum memiliki tower telekomunikasi.FOTO: SOPIAN/RAFAR TARAKAN
JADI PR Sampai saat ini masih ada dua desa yang masih memiliki jaringan internet lemah akibat belum memiliki tower telekomunikasi.FOTO: SOPIAN/RAFAR TARAKAN

TIDENG PALE – Pemerataan layanan telekomunikasi di Kabupaten Tana Tidung hingga kini masih menghadapi sejumlah tantangan.

Keterbatasan infrastruktur pendukung, terutama pasokan listrik, menjadi salah satu faktor yang menghambat perluasan jaringan internet di beberapa wilayah.

Kepala Bidang Teknologi dan Informatika Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tana Tidung, Dicky Sumastyono, mengatakan masih ada beberapa desa yang mengalami keterbatasan akses sinyal, di antaranya Desa Sengkong dan Desa Menjelutung yang masih lemah.

Menurut Dicky, di Desa Sengkong sebenarnya pernah berdiri menara telekomunikasi milik Indosat yang sempat beroperasi. Namun, layanan tersebut berhenti setelah perangkat pendukung di lokasi hilang.

"Di Sengkong dulu sudah ada tower Indosat dan sempat aktif. Tetapi karena perangkatnya hilang, operasionalnya tidak bisa dilanjutkan," katanya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung terus berupaya mendorong operator telekomunikasi lain, termasuk Telkomsel, agar bersedia menghadirkan layanan di wilayah tersebut.

Sementara itu, Desa Menjelutung juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Meski memiliki potensi jumlah pelanggan yang lebih besar, operator telekomunikasi masih enggan membangun jaringan karena pasokan listrik di desa tersebut belum tersedia selama 24 jam.

"Bagi provider, ketersediaan listrik menjadi syarat utama. Mereka tidak ingin mengambil risiko apabila listrik sering padam karena dapat merusak perangkat telekomunikasi. Jika listrik sudah menyala penuh selama 24 jam, biasanya mereka mulai menghitung potensi investasi di daerah itu," jelasnya.

Karena itu, pemerintah daerah menilai keberadaan listrik yang andal menjadi faktor penting untuk mempercepat pemerataan jaringan telekomunikasi di wilayah pedesaan.

Harapannya, setelah layanan listrik 24 jam tersedia, operator seluler segera melakukan ekspansi jaringan sehingga masyarakat dapat menikmati akses komunikasi dan internet yang lebih baik.

"Kalau listriknya sudah siap, kami akan terus mendorong provider agar segera masuk. Harapan kami, Sengkong bisa lebih dulu terlayani. Dari sana sinyal diharapkan bisa menjangkau Menjelutung, meski belum maksimal, sambil menunggu listrik 24 jam tersedia di Menjelutung," pungkasnya.(*)

Editor : Sophian Hadi
diskominfo pemkab jaringan telekomunikasi Tana Tidung