TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting.
Melalui Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Tana Tidung Tahun 2026 yang digelar di Kantor Kecamatan Tana Lia, seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan sinergi agar penanganan stunting lebih tepat sasaran.
Rapat koordinasi yang berlangsung pada Senin (13/7) itu dihadiri Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, Camat Tana Lia, Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinas Perhubungan, serta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kecamatan Tana Lia.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sabri mengatakan Kecamatan Tana Lia masih menjadi salah satu wilayah yang memiliki kasus stunting sehingga diperlukan perhatian dan kerja sama seluruh pihak untuk mempercepat penanganannya.
"Seperti kecamatan lainnya di Kabupaten Tana Tidung, Kecamatan Tana Lia juga masih memiliki kasus stunting. Karena itu, kami berharap anak-anak yang terdampak dapat segera ditangani. Ini harus menjadi perhatian dan tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
Sabri menegaskan, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, melainkan membutuhkan komitmen seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, dan TPPS.
"Seluruh kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, dan TPPS harus memiliki komitmen yang sama dalam menyusun dan melaksanakan rencana aksi. Sinergi dan kolaborasi harus terus diperkuat agar setiap intervensi benar-benar tepat sasaran," tegasnya.
Ia menjelaskan, penanganan stunting harus didasarkan pada data yang akurat sehingga intervensi spesifik dan sensitif dapat dilakukan secara berkala kepada keluarga berisiko stunting.
"Dengan data yang akurat, kita dapat fokus memberikan intervensi yang tepat sasaran sekaligus meningkatkan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting. Anak-anak adalah harapan generasi masa depan, sehingga mereka harus tumbuh sehat dan berkualitas," pungkasnya.(*)
Editor : Sophian Hadi