TANA TIDUNG – UPTD Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Wilayah Tana Tidung terus berupaya meningkatkan capaian pendapatan daerah di tengah kenaikan target pajak kendaraan bermotor (PKB) pada 2026.
Kepala UPTD Bapenda Provinsi Kaltara Wilayah Tana Tidung, Dwi Pramono, mengatakan target pendapatan tahun ini meningkat cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Pada tahun 2025 target kami sekitar Rp800 juta, sementara pada 2026 meningkat menjadi Rp1 miliar. Hingga saat ini realisasi telah mencapai 36,6 persen,” ujarnya, Selasa (23/6).
Meski capaian tersebut masih berada di bawah target tahunan, Dwi tetap optimistis target dapat tercapai melalui berbagai strategi pelayanan dan pendekatan kepada wajib pajak.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan kemudahan layanan pembayaran PKB dengan membuka pelayanan setiap hari Sabtu di Kantor Samsat Tana Tidung.
Menurutnya, layanan tambahan tersebut merupakan bentuk komitmen Bapenda Kaltara untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran wajib pajak.
“Tidak ada sistem work from home (WFH) untuk pelayanan Samsat. Bahkan pada hari Sabtu kami tetap membuka pelayanan sampai pukul 12.00 Wita. Ini bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu, masyarakat yang membayar pajak kendaraan bermotor pada hari Sabtu juga berkesempatan memperoleh berbagai hadiah langsung berupa beras, minyak goreng, kopi hingga kebutuhan pokok lainnya.
Program tersebut, sebagai bagian dari upaya mendorong kepatuhan wajib pajak.
“Semua wajib pajak yang datang pada hari Sabtu mendapatkan hadiah. Jenis hadiahnya ditentukan melalui undian yang dicabut langsung saat pembayaran,” jelasnya.
Dwi mengakui peningkatan target pendapatan pada 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi Kabupaten Tana Tidung.
Pasalnya, jumlah wajib pajak dan perusahaan yang beroperasi di daerah ini masih relatif terbatas.
Selain itu, beberapa sumber pendapatan daerah juga mengalami penurunan. Salah satunya berasal dari pajak air permukaan yang sebelumnya cukup besar disumbang oleh perusahaan perkebunan.
“Seluruh perusahaan sudah kami data dan saat ini tidak ada penambahan jumlah perusahaan yang signifikan. Bahkan beberapa perusahaan yang sebelumnya membayar pajak air permukaan cukup besar kini mengalami penurunan karena aktivitas persemaian sudah selesai dan kebutuhan penggunaan air berkurang,” terangnya.
Karena itu, pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan pembayaran pajak yang tersedia, termasuk layanan Sabtu berhadiah yang masih berlangsung hingga akhir Juni 2026.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Tana Tidung untuk memanfaatkan kesempatan ini. Selain mendapatkan pelayanan yang lebih fleksibel pada hari Sabtu, masyarakat juga berkesempatan memperoleh hadiah menarik saat membayar pajak kendaraan bermotor,” pungkasnya.(*)
Editor : Sophian Hadi