TIDENG PALE – Komandan Kodim (Dandim) 0914/Tana Tidung, R. Florensius Ricarda, mengungkapkan progres pembangunan Jembatan Garuda di Desa Buong Baru, Kecamata. Betayau, Kabupaten Tana Tidung saat ini telah mencapai sekitar 40 persen.
Pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan bagian dari program percepatan pembangunan jembatan yang digagas pemerintah pusat melalui TNI Angkatan Darat.
Menurut Dandim, program ini berawal dari perhatian Presiden terhadap kesulitan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai demi mengakses pendidikan.
Karena itu, Kepala Staf Angkatan Darat mendapat amanah untuk memimpin satuan tugas pembangunan jembatan di berbagai wilayah Indonesia.
"Kodim diperintahkan mendata lokasi-lokasi yang membutuhkan pembangunan jembatan. Ada yang dibangun baru dan ada yang direhabilitasi. Untuk di wilayah kita, jembatan gantung yang sedang dikerjakan merupakan pembangunan baru karena sebelumnya memang belum ada akses jembatan di lokasi tersebut," ujarnya, Senin (22/6).
Ia menjelaskan, lokasi pembangunan dipilih berdasarkan kebutuhan masyarakat dan usulan yang telah lama disampaikan pemerintah desa, namun belum pernah terealisasi.
Meski demikian, pengerjaan mengalami keterlambatan akibat kendala pengadaan material, terutama besi yang didatangkan dari Surabaya.
Selain proses pengiriman yang memerlukan waktu, ketersediaan material di tingkat pemasok juga menjadi hambatan tidak tersedia.
"Saat ini progres sudah sekitar 40 persen. Fondasi di kedua ujung jembatan sudah selesai. Kami tinggal menunggu material besi untuk melanjutkan pemasangan tiang pancang," katanya.
Jembatan gantung tersebut nantinya menggunakan lantai berbahan pelat besi dan diperuntukkan bagi pejalan kaki serta kendaraan roda dua dengan kapasitas terbatas.
Pengguna sepeda motor diwajibkan melintas secara bergantian dan tidak diperkenankan melintas bersamaan.
Dandim menargetkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu maksimal dua bulan ke depan. Karena dikerjakan sejak April 2026.
"Kami optimistis paling lambat dua bulan lagi selesai. Saat ini pekerjaan terus berjalan sambil menunggu seluruh material tiba di lokasi," jelasnya.
Selain jembatan gantung, Kodim 0914/Tana Tidung juga mendapat amanah membangun empat jembatan beton di sejumlah titik, di Seludau, Buong Baru, Sebawang dan Gunawan.
"Panjangnya 10 sampai 15 meter," sebutnya.
Saat ini masih dalam proses survei lokasi dan kebutuhannya. Berbeda dengan jembatan gantung, ditarget maksimal sebulan sudah rampung.
"Dibangun di permukiman, yang tentunya berguna dan bermanfaat bagi masyarakat. Kita tidak bangun di hutan yang tidak ada orang," ujarnya
Pembangunan jembatan tersebut melibatkan personel TNI Kodim 0914/TNT dan Yonif TP/UP bersama masyarakat setempat secara gotong royong.
Setelah selesai dibangun, pengelolaan dan pemeliharaan jembatan akan diserahkan kepada pemerintah desa setempat.
"Kami hanya menjalankan tugas pembangunan. Setelah selesai, perawatan nantinya menjadi tanggung jawab desa agar manfaat jembatan bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang," pungkasnya.(*)
Editor : Sophian Hadi