TIDENG PALE – Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri, S.Pd., memberikan contoh langsung kepada masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).
Saat tim Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tana Tidung melakukan pendataan di kediamannya, Rabu (17/6), Sabri mengajak seluruh warga dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif menyukseskan sensus yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan tersebut.
Pelaksanaan pendataan yang memasuki hari ketiga itu dipimpin langsung Kepala BPS Kabupaten Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan, didampingi Tim Pelaksana Sensus Ekonomi 2026 Asnariyah, bersama Petugas Pendata Lapangan Mukhlisah dan Pengawas Lapangan Wulan.
Dalam kesempatan tersebut, Sabri menyampaikan apresiasi kepada para petugas lapangan yang bekerja keras mengumpulkan data dari masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah Kabupaten Tana Tidung.
“Terima kasih kepada petugas BPS yang sudah bekerja keras turun langsung ke lapangan. Tugas ini tentu tidak mudah karena harus menemui responden dengan karakter yang berbeda-beda, bahkan di bawah terik matahari,” ujarnya.
Sabri juga kembali mengingatkan pesan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung yang telah disampaikan saat Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan RTH H. Joesoef Abdullah pada 14 Juni 2026 lalu.
Menurutnya, keberhasilan sensus sangat bergantung pada dukungan dan keterbukaan masyarakat dalam memberikan informasi yang dibutuhkan petugas.
“Pemerintah Kabupaten Tana Tidung mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha tanpa terkecuali untuk menerima dan membantu petugas sensus yang datang mengunjungi rumah maupun tempat usaha. Seluruh informasi yang disampaikan responden dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan SE2026, Sabri turut mengikuti seluruh proses pendataan hingga selesai. Setelah wawancara selesai dilakukan, ia melakukan penempelan stiker pendataan pada bangunan rumah kediamannya sebagai tanda bahwa pendataan kunjungan pertama telah tuntas dilaksanakan.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan, menjelaskan bahwa stiker pendataan memiliki fungsi penting dalam mendukung akurasi pelaksanaan sensus.
“Informasi pada stiker memuat keterangan satuan lingkungan setempat, nomor urut bangunan, serta jumlah usaha yang terdapat pada bangunan tersebut. Karena itu, petugas harus memastikan seluruh informasi yang tercantum telah sesuai dengan hasil wawancara dan konsep definisi yang digunakan dalam sensus,” jelasnya.
Pria yang akrab disapa Iwan itu menegaskan bahwa stiker hanya ditempel setelah proses wawancara selesai dilakukan.
Hal tersebut untuk memastikan seluruh data yang tercantum telah diverifikasi berdasarkan keterangan responden.
Lebih lanjut, Iwan menjelaskan bahwa penempelan stiker menandakan proses pendataan awal telah selesai.
Namun, apabila ditemukan anomali data atau diperlukan informasi tambahan untuk meningkatkan kualitas data, petugas dapat kembali mendatangi responden guna melakukan konfirmasi.
“Langkah ini dilakukan agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan berkualitas. Melalui Sensus Ekonomi 2026, kami berharap dapat menghasilkan data ekonomi yang lengkap, akurat, dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional,” pungkasnya. (*)
Editor : Sopian Hadi