TIDENG PALE – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tana Tidung menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha dari berbagai sektor dan skala usaha, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan besar.
Kepala BPS Kabupaten Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan, mengajak seluruh pelaku usaha untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus guna menghasilkan data ekonomi yang akurat.
Dalam pendataan pertama Sensus Ekonomi 2026 di rumah jabatan Bupati, Senin (15/6), pria yang akrab disapa Iwan tersebut turut mendampingi Petugas Pendata Lapangan Rofiq, Pengawas Lapangan Alfianti, serta Ketua Tim Pelaksana Sensus Ekonomi 2026 BPS Kabupaten Tana Tidung, Asnariyah.
Iwan menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terkait data yang diberikan kepada petugas.
Pasalnya, seluruh informasi yang dikumpulkan BPS dijamin kerahasiaannya dan dilindungi oleh peraturan perundang-undangan di bidang statistik.
“Data yang masuk ke BPS hanya akan disajikan dalam bentuk agregat dan digunakan untuk kepentingan statistik. Informasi usaha maupun pendapatan responden tidak diberikan kepada pihak lain, termasuk untuk kepentingan perpajakan,” tegasnya, Selasa (16/6).
Menurutnya, jaminan kerahasiaan data menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga pelaksanaan sensus dapat berjalan optimal dan menghasilkan data yang berkualitas.
Melalui Sensus Ekonomi 2026, BPS berharap dapat menghadirkan data yang lengkap, akurat, dan mutakhir sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih terarah, tepat sasaran, serta berkelanjutan di Kabupaten Tana Tidung.
Data tersebut nantinya juga akan menjadi pijakan pemerintah dalam merumuskan berbagai program pengembangan usaha dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)
Editor : Sopian Hadi