Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bumdes Buong Baru Tana Tidung Launching Penjualan Hasil Panen Ketahanan Pangan,Pemdes Berharap Bantuan Pupuk  

Sopian Hadi • Kamis, 11 Juni 2026 | 12:01 WIB
KETAHANAN PANGAN: Bumdes Imbaya Taka Buong Baru Launching beras hasilan program ketahanan pangan. (FOTO; IST)
KETAHANAN PANGAN: Bumdes Imbaya Taka Buong Baru Launching beras hasilan program ketahanan pangan. (FOTO; IST)

 

TIDENG PALE – Pemerintah Desa (Pemdes) Buong Baru, bersama Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Imbaya Taka, Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung resmi melaunching penjualan hasil panen ketahanan pangan pada Rabu (10/6).

Produk yang dihasilkan beras lokal varietas Padi Pengantin hasil budidaya yang dikelola lamgsung Bumdes setempat.

Produk beras siap jual dalam kemasan 5 kilogram, 10 kilogram, dan 20 kilogram.

Kepala Desa Buong Baru, Ishak, mengatakan untuk tahap awal pemasaran beras masih difokuskan kepada masyarakat desa.

Pasalnya, jumlah produksi saat ini masih terbatas, yakni sekitar satu ton hasil panen.

“Untuk sementara pemasarannya masih untuk masyarakat desa karena produksinya masih terbatas. Namun, jika ke depan hasilnya meningkat, tidak menutup kemungkinan dipasarkan ke luar desa,” ujarnya, Kamis (11/6).

Ia menjelaskan, budidaya padi varietas Padi Pengantin dilakukan di lahan sawah seluas lima hektare lahan yang tersedia. Varietas tersebut memiliki masa tanam sekitar lima bulan hingga panen.

"Khusus panen satu ton kemarin seluas sekitar dua hektare," ungkapnya.

Meski berhasil memanen Padi Pengantin, petani di Desa Buong Baru juga mengalami kegagalan panen pada padi varietas masa tan empat bulan.

Serangan hama walang sangit dan burung pipit menyebabkan lebih dari setengah hektare lahan mengalami gagal panen.

Menurut Ishak, serangan hama tersebut sebenarnya dapat diminimalkan apabila perawatan tanaman dilakukan secara maksimal.

Karena itu, ia berharap adanya peran lebih aktif dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dalam mendampingi petani.

“Kami berharap pendampingan dari PPL bisa lebih maksimal sehingga petani dapat mengantisipasi serangan hama sejak dini,” katanya.

Setelah panen saat ini, petani berencana kembali melakukan penanaman pada Agustus mendatang.

Jika tidak ada kendala, panen berikutnya ditargetkan dapat dilakukan pada Desember 2026.

Selain pendampingan teknis, Pemdes Buong Baru juga berharap dukungan dari pemerintah daerah, terutama dalam bentuk bantuan pupuk, bibit, dan herbisida untuk mendukung keberlanjutan usaha pertanian.

Ishak mengungkapkan, hasil penjualan beras nantinya akan digunakan kembali untuk membiayai kegiatan penanaman, pemeliharaan, dan pembersihan lahan.

Namun keterbatasan anggaran desa menjadi kendala dalam penyediaan pupuk.

“Yang paling penting itu bantuan pupuk, karena anggaran kami sedang defisit sehingga tahun ini kami belum bisa menganggarkan kebutuhan pupuk,” pungkasnya.(*)

Editor : Sopian Hadi
#buong baru #ketahanan.pangan #panen #pemkab #Pemdes