TARAKAN - Seluruh jemaah haji asal Kalimantan Utara (kaltara) yang tergabung dalam Kloter 7 Embarkasi Balikpapan mulai memasuki tahapan persiapan kepulangan ke Tanah Air, setelah sebelumnya sudah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah wajib haji di Tanah Suci. Sehingga saat ini sebagian besar jemaah hanya menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan mencari oleh-oleh dan mengabadikan momen saat berada disana
.Ketua Kloter 7 Embarkasi Balikpapan, Sayid Abdullah mengatakan, para jemaah dijadwalkan meninggalkan Makkah menuju Jeddah pada 15 Juni 2026 pukul 13.00 waktu Arab Saudi atau setelah menunaikan salat Zuhur. Sebelum keberangkatan, seluruh jemaah diwajibkan menyerahkan koper besar untuk dilakukan pemeriksaan dan penimbangan oleh petugas dua hari lebih awal.
“Pada 15 Juni 2026 insyaallah jemaah akan meninggalkan hotel di Kota Makkah menuju Jeddah setelah salat Zuhur. Sebelumnya sudah ada edaran agar koper besar dikumpulkan dua hari sebelum keberangkatan untuk ditimbang dan diperiksa petugas,” ujarnya, Jumat (5/6).
Ia menjelaskan, setiap jemaah diberikan batas maksimal berat koper sebesar 32 kilogram. Pemeriksaan dilakukan di hotel masing-masing guna memastikan barang bawaan sesuai ketentuan penerbangan internasional. Selain soal berat koper, petugas juga kembali mengingatkan para jemaah agar tidak membawa barang-barang yang dilarang masuk ke bagasi maupun kabin pesawat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah air zamzam yang tidak diperbolehkan dibawa langsung dalam koper.
"Larangan itu berlaku demi menjaga keamanan penerbangan dan menghindari risiko kebocoran atau tumpahan cairan selama perjalanan udara. Petugas sudah mengimbau agar tidak membawa barang-barang terlarang, termasuk air zamzam di dalam koper. Dikhawatirkan terjadi kebocoran atau tumpahan yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan,” katanya.
Meski demikian, ia menjelaskan para jemaah tidak perlu khawatir karena pemerintah telah menyiapkan distribusi air zam-zam resmi saat kedatangan di Indonesia. Lanjutnya, setiap jemaah nantinya akan menerima jatah satu jeriken air zamzam berisi lima liter yang dibagikan saat tiba di Embarkasi Balikpapan.
“Pemerintah sudah menyediakan satu orang lima liter air zamzam yang akan diserahkan di Embarkasi Balikpapan. Karena itu jemaah tidak diperbolehkan membawa tambahan air zam-zam dalam koper,” jelasnya.
Dikatakannya, bagi jemaah yang ingin tetap membawa air zamzam dalam jumlah lebih banyak, Sayid mengatakan hal tersebut tetap dimungkinkan melalui jasa pengiriman barang secara terpisah. Sementara menunggu jadwal kepulangan, seluruh jemaah kini berada dalam kondisi relatif longgar setelah menyelesaikan seluruh rangkaian puncak ibadah haji, termasuk wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, serta pelaksanaan lontar jumrah.
“Kalau ingin membawa lebih dari lima liter bisa saja, tetapi harus dikirim terlebih dahulu melalui jasa pengiriman. Beberapa jemaah juga sudah ada yang mengirim air zamzam ke Indonesia sebelum kepulangan,” jelasnya. (zac/jnr)
Editor : Januriansyah RT