Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Ibrahim Ali Ajak Warga Perkuat Semangat Persatuan,Pancasila Disebut Fondasi Perdamaian Dunia

Radar Tarakan • Senin, 1 Juni 2026 | 10:53 WIB

HARI LAHIR PANCASILA: Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Pendopo Djaparudin, Senin (1/6).FOTO: PROKOPIM TANA TIDUNG
HARI LAHIR PANCASILA: Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Pendopo Djaparudin, Senin (1/6).FOTO: PROKOPIM TANA TIDUNG

 TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 dengan menggelar upacara di Pendopo Djaparudin, Senin (1/6).

Upacara dipimpin langsung Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, yang mengajak seluruh masyarakat memperkuat semangat persatuan dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tana Tidung, unsur Forkopimda, anggota DPRD, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta peserta upacara lainnya.

Dalam kesempatan itu, Ibrahim Ali membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Ia menegaskan, nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang berkelanjutan.

“Pancasila bukan hanya fondasi kehidupan berbangsa, tetapi juga pedoman untuk menciptakan dunia yang damai, adil, dan berkeadaban,” ujarnya.

Dalam pidato tersebut juga disampaikan bahwa Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata di tingkat global melalui kontribusi pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran dalam mediasi konflik regional, hingga konsistensi menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah.

Menurutnya, hal tersebut merupakan pengejawantahan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” katanya.

Menutup pidato tersebut, masyarakat diajak kembali memperkuat komitmen kebangsaan serta menjaga semangat persatuan di tengah berbagai tantangan zaman.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” pungkasnya.(*)

Editor : Sopian Hadi
#pemkab #bupati #Ibrahim Ali