Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Penjualan Sapi Kurban di Tana Tidung Meningkat, Pedagang Musiman Widodo Akui Stok Kurang

Sopian Hadi • Jumat, 22 Mei 2026 | 13:28 WIB
LARIS MANIS: Widodo saat membersihkan sapi kurban yang telah laku terjual. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)
LARIS MANIS: Widodo saat membersihkan sapi kurban yang telah laku terjual. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)

 
TIDENG PALE - Menjelang Hari Raya Iduladha, penjualan sapi kurban di Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung mengalami peningkatan signifikan.

Pedagang sapi musiman, Widodo, mengungkapkan bahwa stok sapi kurban miliknya telah habis terjual meski kondisi ekonomi saat ini disebut sedang sulit.

Widodo mengatakan, total sapi yang tersedia di kandangnya tahun ini mencapai 40 ekor.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 ekor telah terjual untuk kebutuhan hewan kurban, sementara sisanya merupakan sapi indukan dan tidak diperjualbelikan untuk kurban.

“Total semua ada 40 ekor, yang terjual untuk korban sudah 37 ekor. Sisanya itu indukan,” ujarnya, Jumat (22/5).

Menurut Widodo, sapi-sapi yang dijual didatangkan dari berbagai daerah, terutama dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan sapi balinya. Sementara sisanya dari peternak lokal ada simental, dan limosin.

Untuk harga, Widodo menawarkan sapi kurban mulai dari Rp16 juta hingga Rp50 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenis sapi.

Salah satu sapi jenis limosin dengan bobot sekitar 510 kilogram dijual seharga Rp50 juta.

“Kalau harga sapi kurban mulai Rp16 juta sampai Rp50 juta. Yang paling besar jenis limosin beratnya sekitar 510 kilogram,” jelasnya.

Widodo mengaku permintaan tahun ini justru meningkat dibanding tahun sebelumnya hanya 33 ekor.

 

Pembeli sapi kurban, lanjut Widodo, berasal dari berbagai kalangan, mulai dari kelompok patungan masyarakat, pembeli pribadi, hingga perusahaan.

Pembelinya tidak hanya berasal dari Tana Tidung tapi juga dari Sekatak Bulungan dan Malinau.

Bahkan banyak pelanggan yang sudah melakukan pemesanan sejak tiga bulan sebelum Iduladha.

“Itu banyak yang booking tiga bulan sebelum kurban. Sapi datang langsung dipilih, lalu dipelihara sampai waktu didistribusi ke pembeli,” ungkapnya.

Distribusi sapi kurban rencananya mulai dilakukan besok, baik untuk wilayah sekitar maupun luar daerah.

Meski kondisi ekonomi dinilai belum sepenuhnya stabil, tingginya minat masyarakat untuk berkurban membuat penjualan sapi tetap mengalami peningkatan. Widodo bahkan mengaku stok sapi di kandangnya habis dan beberapa pembeli masih terus berdatangan untuk mencari hewan kurban.(*)

Editor : Sopian Hadi
#Iduadha #Widodo #sapi kurban #Pemkab Tana Tidung #berkurban