TIDENG PALE - Program penanaman jagung Polres Tana Tidung mulai menunjukkan hasil positif.
Meski dihadapkan berbagai kendala di lapangan, mulai dari serangan hama hingga gangguan monyet liar, Polres tetap mampu melakukan panen dan mendistribusikan hasilnya ke Bulog.
Kapolres AKBP Eko Nugroho mengungkapkan, hasil panen jagung sejauh ini cukup lumayan, walaupun belum seluruh tanaman memasuki masa panen karena usia tanam yang berbeda-beda.
“Lumayan lah, memang belum bisa kita hitung hasilnya, tapi normalnya kalau 5 hektar itu bisa menghasilkan 8 sampai 10 ton. Cuma kan tanahnya tidak subur, PH-nya tak bersahabat," katanya, Kamis (21/5).
Ia menjelaskan, tantangan terbesar yang dihadapi petani bukan hanya cuaca dan kondisi lahan, tetapi juga serangan hama serta monyet yang kerap merusak tanaman jagung.
Bahkan, sampai harus berjaga langsung di lokasi kebun.
“Ada yang sampai nunggu di sana. Ada orang yang menjaga jagung, lengkap dengan anjing penjaga supaya tidak terlalu parah dirusak monyet,” katanya.
Menurutnya, gangguan monyet masih bisa diantisipasi dengan penjagaan langsung.
Namun berbeda dengan hama tanaman yang lebih sulit dikendalikan dan berpotensi merusak hasil panen secara signifikan.
Untuk luas lahan, Kapolres menyebut pengelolaan dilakukan masyarakat dengan skala yang berbeda-beda.
Ada petani yang menggarap satu hingga dua hektare lahan, sementara yang bekerja sama dengan perusahaan mampu mengelola hingga lima hektare.
“Sebagian masih proses tanam, ada yang persiapan panen, dan ada juga yang sudah panen lebih dulu,” jelasnya.
Hasil panen yang telah diproduksi masyarakat saat ini juga sudah mulai diserap Bulog.
Dari target yang ditetapkan pemerintah pusat, serapan jagung di Tana Tidung disebut telah mencapai sekitar 61 persen hingga Mei 2026.
“Sudah kita kirim ke Bulog. Serapan kita sekarang kurang lebih sudah 61 persen,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menegaskan pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait masih terus berupaya mengejar target maksimal yang diberikan pusat.
“Kita masih punya target 100 persen, kita sudah 61 persen tinggal 39 persen yang masih terus dikejar,” pungkasnya. (*)
Editor : Sopian Hadi