Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tahap Awal, Agrinas  Dampingi Operasional Koperasi Desa Merah Putih di Tana Tidung

Sopian Hadi • Selasa, 19 Mei 2026 | 15:04 WIB
‎Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop Tana Tidung, Libernatia Suinna Melati
‎Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Disperindagkop Tana Tidung, Libernatia Suinna Melati

 TIDENG PALE – Operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)di Kabupaten Tana Tidung pada tahap awal akan didampingi langsung oleh PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai pelaksana program dari pemerintah pusat.

Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan koperasi berjalan baik sebelum sepenuhnya diserahkan kepada pengurus desa.

Kabid Koperasi dan UMKM Disperindagkop Tana Tidung, Libernatia Suinna Melati, mengatakan Agrinas nantinya tidak hanya membantu operasional awal, tetapi juga memberikan pembinaan kepada pengurus koperasi desa.

“Untuk sementara pengelolaannya masih dibantu Agrinas sambil mereka mengajari pengurus koperasi,” ujarnya, Selasa (19/5)..

Menurutnya, pendampingan itu bertujuan agar pengurus koperasi memahami sistem pengelolaan usaha secara profesional, mulai dari tata kelola administrasi hingga manajemen usaha koperasi.

Agrinas juga akan membantu pengaturan sistem operasional, pengelolaan stok barang, hingga mekanisme administrasi koperasi sebelum nantinya dilepas dan dikelola penuh oleh desa masing-masing.

“Mereka mengatur dulu semuanya sampai berjalan baik. Kalau sudah siap baru dilepas, begitu skemanya nanti seperti di Jawa yang sudah jalan,” jelasnya.

Pendampingan tersebut diperkirakan berlangsung sekitar satu hingga dua tahun, tergantung kesiapan sumber daya manusia dan pengurus koperasi di masing-masing desa.

Meski dalam tahap awal didampingi pihak luar, Betty memastikan seluruh pengurus dan pekerja koperasi tetap berasal dari masyarakat desa setempat.

Hal itu dilakukan agar keberadaan koperasi benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi warga lokal.

“Pengurus dan pekerjanya tetap dari desa itu sendiri. Informasinya memang disesuaikan dengan KTP desa setempat,” katanya.

Ia menegaskan perekrutan berbasis domisili desa juga penting untuk menghindari polemik di tengah masyarakat terkait pengelolaan koperasi.

Sementara itu, Disperindagkop Tana Tidung berperan sebagai pengawas program, sedangkan pembangunan fisik serta pelaksanaan teknis dilakukan pihak pelaksana dari PT Agrinas bekerja sama dengan Kodim.

“Pelaksananya mereka, pengawasannya di kami,” ujarnya.

Saat ini progres pembangunan gerai koperasi desa masih terus berjalan. Dari belasan gerai yang direncanakan, dua di antaranya disebut sudah mencapai progres 100 persen dan tinggal menunggu perlengkapan operasional dari pusat sebelum resmi beroperasi.

“Yang sudah 100 persen ada dua gerai. Tinggal menunggu kelengkapan dan operasionalnya,” pungkasnya.(*)

Editor : Sopian Hadi
#AGRINAS #KDMP #pendampingan