TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung terus mendorong hadirnya perguruan tinggi negeri di wilayahnya.
Salah satu langkah serius yang kini dilakukan adalah mengusulkan pembangunan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) dengan menyiapkan lahan hibah seluas 20 hektare (bukan 5 ha) di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Tana Tidung.
Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menegaskan rencana pembangunan IAIN tersebut bukan sekadar wacana, melainkan sudah masuk tahap pengajuan resmi ke Kementerian Agama.
“Bukan hanya rencana. Pemda Tana Tidung memang mengusulkan pembangunan Institut Agama Islam Negeri dan kita juga sudah menyiapkan lahan hibah,” ujarnya, Selasa (19/5).
Menurut Ibrahim Ali, keberadaan perguruan tinggi negeri di Tana Tidung menjadi kebutuhan penting bagi daerah.
Selama ini, Kabupaten Tana Tidung menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Utara yang belum memiliki perguruan tinggi negeri maupun politeknik.
Ia menyebut kondisi tersebut turut memengaruhi penilaian Dana Alokasi Umum (DAU), terutama dalam aspek pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Bulungan sudah punya perguruan tinggi, Malinau ada politeknik, Nunukan ada politeknik, Tarakan juga sudah ada. Tinggal Kabupaten Tana Tidung yang belum memiliki perguruan tinggi,” katanya.
Karena itu, pemerintah daerah memandang pembangunan IAIN sebagai momentum penting untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Tana Tidung dan wilayah sekitarnya tanpa harus keluar daerah.
Ibrahim Ali menjelaskan, proses hibah lahan akan dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.
Ia menepis kekhawatiran terkait proses hibah aset daerah karena lahan yang diberikan merupakan aset milik pemerintah untuk kepentingan pendidikan.
“Yang dihibahkan memang lahan pemerintah daerah dan diperuntukkan bagi perguruan tinggi. Jadi prosesnya tentu sesuai aturan,” jelasnya.
Lahan seluas 20 hektare yang diusulkan berada di kawasan Puspem Tana Tidung.
Menurutnya, penyediaan lahan tersebut menjadi salah satu syarat utama pembangunan kampus perguruan tinggi negeri.
Ia mengatakan, sebelumnya peluang pembangunan sekolah tinggi agama negeri sebenarnya telah ditawarkan ke sejumlah daerah di Kalimantan Utara sejak tahun lalu.
Namun tidak semua daerah mampu menyediakan lahan sesuai ketentuan.
“Persyaratannya harus menyiapkan lahan minimal 20 hektare. Tana Tidung siap memenuhi syarat itu,” ungkapnya.
Tak hanya menyiapkan lahan, Pemkab Tana Tidung juga telah menyiapkan fasilitas sementara untuk menunjang proses belajar mengajar apabila usulan pembangunan IAIN disetujui.
Untuk tahap awal, aktivitas perkuliahan direncanakan memanfaatkan gedung boarding school milik pemerintah daerah, yakni kompleks SMP dan SMA boarding school yang sudah tersedia di Tideng Pale dan SD-SMP boarding school Sesayap Hilir.
“Kita sudah siapkan kampus sementara menggunakan gedung boarding school sambil menunggu pembangunan gedung permanennya,” kata Ibrahim Ali.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar proses pendidikan dapat segera berjalan tanpa harus menunggu pembangunan kampus selesai sepenuhnya.
Saat ini, Pemkab Tana Tidung masih menunggu tindak lanjut dari Kementerian Agama terkait usulan pembangunan IAIN tersebut.
Pemerintah daerah juga siap mengikuti tahapan lanjutan apabila nantinya diminta melakukan presentasi atau pemaparan kesiapan daerah.
“Kami baru mengajukan ke Kementerian Agama dan sekarang masih menunggu proses selanjutnya. Yang pasti lahannya sudah kita siapkan, sampai saat ini kami juga belum dipanggil presentasi,” pungkasnya.(*)
Editor : Sopian Hadi