TIDENG PALE – Ketersediaan stok beras di Kabupaten Tana Tidung (KTT) dipastikan masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua hingga tiga bulan ke depan.
Hal tersebut disampaikan Kabid Perdagangan Disperindagkop Tana Tidung, M. Tahir saat ditemui, Sabtu (16/5).
Menurutnya, stok beras yang tersedia saat ini di toko-toko mencapai sekitar 69 hingga 70 ton.
Selain itu, masih ada tambahan pasokan sekitar 20 ton yang sedang dalam perjalanan menuju KTT.
“Kalau di toko-toko sekarang ini aman saja. Stok yang ada sekitar 69 ton, belum lagi yang dalam perjalanan sekitar 20 ton. Jadi total kurang lebih hampir 90 ton,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan konsumsi beras masyarakat KTT berkisar 25 hingga 30 ton per bulan.
Dengan jumlah stok yang tersedia saat ini, pasokan dipastikan cukup untuk beberapa bulan ke depan, termasuk menghadapi momentum hari besar keagamaan.
“Ketahanannya bisa dua sampai tiga bulan. Apalagi setiap minggu selalu ada pasokan masuk, ada yang satu kali bahkan dua kali,” katanya.
Pasokan beras ke KTT sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah seperti Tarakan, Samarinda dan Tanjunf Selor. Distribusi dengan beberapa tahapan pengiriman sehingga memengaruhi harga di pasaran.
“Karena distribusinya dua kali kapal dan banyak tangan, jadi harga kadang turun naik,” jelasnya.
Sementara itu, untuk produksi beras lokal di KTT masih terbatas dan umumnya hanya digunakan untuk konsumsi pribadi masyarakat.
Produksi lokal juga bergantung pada musim panen sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan daerah secara keseluruhan.
“Kalau beras lokal masih kecil, kebanyakan untuk konsumsi sendiri. Konsumsi kita sekitar 90 persen masih bergantung dari luar daerah,” ungkapnya.
Terkait harga, beras medium dijual di kisaran Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram.
Sedangkan beras premium berada pada kisaran Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia juga beras program SPHP dari Bulog dengan harga Rp12.800 per kilogram atau sekitar Rp64 ribu per karung ukuran 5 kilogram.
“Kalau SPHP itu lebih murah karena disubsidi pemerintah. Untuk premium ada juga yang Rp15.600 sampai Rp15.700 per kilo,” katanya.
Ia menambahkan, untuk beras dari Bulog rata-rata pasokan hingga dua ton dalam sekali pengiriman dan dilakukan rutin setiap minggu guna menjaga stabilitas stok di pasaran.(*)
Editor : Sopian Hadi