TIDENG PALE - Direktur RSUD Akhmad Berahim drg. Fajar memastikan pihak rumah sakit meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan kasus campak yang saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Meski baru ditemukan satu pasien dengan gejala mengarah ke campak, rumah sakit langsung menyiapkan langkah penanganan sesuai prosedur penyakit menular.
“Ruang isolasi sudah kami siapkan sejak awal. SOP penanganan juga berjalan sesuai prosedur, mulai dari pemeriksaan, pengambilan sampel laboratorium hingga observasi pasien,” kata drg. Fajar, Rabu (13/5).
Pasien yang diduga terpapar campak tersebut masih dalam tahap pemeriksaan laboratorium sehingga belum dinyatakan positif.
Namun, tim medis tetap melakukan penanganan secara hati-hati guna mencegah potensi penularan.
Menurut drg. Fajar, rumah sakit memiliki enam ruang isolasi khusus penyakit menular yang siap digunakan apabila terjadi peningkatan kasus. Setiap ruangan juga akan disterilkan kembali setelah pasien selesai menjalani perawatan.
Ia menerangkan, gejala awal campak umumnya ditandai dengan demam tinggi yang tidak kunjung turun, muncul ruam atau bercak kemerahan pada wajah dan tubuh, menggigil, hingga kondisi tubuh yang melemah.
Penularannya dapat terjadi melalui percikan batuk dan bersin, terutama ketika daya tahan tubuh seseorang sedang menurun.
Karena itu, tenaga kesehatan yang menangani pasien diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap selama proses pemeriksaan dan perawatan berlangsung.
“Kalau nanti hasilnya positif, pasien akan menjalani isolasi ketat dan tidak diperbolehkan dijenguk secara langsung. Keluarga hanya bisa melihat dari luar ruangan kaca demi mengurangi risiko penularan,” ujarnya.
Selain mewaspadai campak, pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan juga terus meningkatkan pengawasan terhadap penyakit menular lain yang saat ini menjadi perhatian nasional, seperti influenza dan hantavirus.
“Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga kebersihan, menjaga imun tubuh, cukup istirahat dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam disertai ruam,” tutupnya. (*)
Editor : Sopian Hadi