TIDENG PALE – Hari Raya Iduladha tinggal sekitar dua pekan lagi. Para pedagang hewan kurban di Kabupaten Tana Tidung mulai kebanjiran pesanan.
Pasokan sapi pun terus didatangkan dari luar daerah untuk memenuhi permintaan masyarakat.
Salah seorang pedagang sapi kurban di Tana Tidung, Widodo, mengatakan saat ini seluruh sapi yang tersedia di kandangnya sudah memiliki pemilik.
Bahkan, ia masih kembali memesan tambahan sapi dari Samarinda karena tingginya permintaan.
Widodo yang juga merupakan ASN di lingkungan Pemkab Tana Tidung itu mengungkapkan, saat ini terdapat 21 ekor sapi di kandangnya dan sembilan ekor lainnya masih dalam proses pengiriman.
“Ini saya lagi order sembilan ekor lagi dari luar. Yang saya order ini sudah pesanan orang, termasuk juga yang ada di kandang saat ini. Jadi total ada 30 sapi kurban dan semuanya sudah ada pemiliknya,” kata Widodo, Senin (11/5).
Ia menjelaskan, harga sapi kurban yang dijual bervariasi tergantung ukuran dan bobot. Untuk harga termurah dibanderol sekitar Rp16 juta, sedangkan ukuran lebih besar mencapai Rp21 juta per ekor.
“Harga Rp16 juta ini beratnya bisa sampai 200 kilogram,” ujarnya.
Menurutnya, pembeli sapi kurban tidak hanya berasal dari wilayah Tana Tidung, tetapi juga datang dari Tanjung Selor dan Malinau. Namun, mayoritas pembeli tetap berasal dari masyarakat Tana Tidung.
“Yang paling banyak memang dari Tana Tidung,” tutupnya.(*)
Editor : Sopian Hadi