Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Damkar Tana Tidung Gencar Inspeksi Proteksi Kebakaran di Permukiman Rawan

Sopian Hadi • Kamis, 7 Mei 2026 | 19:07 WIB
ANTISIPASI: Disdamkar melakukan pengecekan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR).

FOTO: ISTIMEWA






 
ANTISIPASI: Disdamkar melakukan pengecekan ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR). FOTO: ISTIMEWA  

TIDENG PALE – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Tana Tidung gencar melakukan inspeksi dan penguatan sistem proteksi kebakaran di kawasan permukiman kumuh dan padat penduduk. 

Langkah tersebut dilakukan menyusul kondisi cuaca yang cukup ekstrem dengan suhu panas tinggi dalam beberapa hari terakhir yang dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Tana Tidung, Rudi, A.Pi mengatakan, inspeksi di kawasan permukiman padat merupakan langkah krusial mengingat tingginya potensi kebakaran akibat kepadatan hunian serta akses jalan yang terbatas bagi kendaraan pemadam kebakaran.

Menurutnya, kawasan permukiman kumuh memiliki tingkat kerawanan yang cukup tinggi karena sebagian besar bangunan berdempetan dan masih minim sarana proteksi kebakaran.

Kondisi tersebut diperparah dengan cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Disdamkarmat gencar melakukan inspeksi dan penguatan proteksi kebakaran di permukiman rawan karena kawasan tersebut memiliki tingkat risiko kebakaran yang cukup tinggi sehingga harus benar-benar diantisipasi,” ujarnya, Kamis (7/5).

Dalam kegiatan inspeksi tersebut, Disdamkarmat Tana Tidung memfokuskan pemeriksaan pada sejumlah poin penting yang berkaitan langsung dengan kesiapan penanganan kebakaran di lingkungan masyarakat.

Poin pertama yang menjadi perhatian yakni sumber air. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap keberadaan dan keberfungsian hidran.

Selain itu, akses menuju sumber air alami seperti sungai atau lainnya dipastikan tetap dapat digunakan saat proses pemadaman berlangsung.

Menurut Rudi, sumber air menjadi faktor utama dalam penanganan kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk yang sulit dijangkau armada pemadam kebakaran.

“Kami memastikan sumber air dapat difungsikan dengan baik. Selain itu akses menuju sumber air alami seperti sungai juga harus mudah dijangkau petugas ketika terjadi kebakaran,” katanya.

Selain sumber air, petugas juga memeriksa ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lingkungan masyakat atau fasilitas umum.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan APAR tersedia dan dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kebakaran kecil sebelum api membesar.

“APAR sangat penting sebagai penanganan awal sebelum petugas datang ke lokasi. Karena itu kami memastikan ketersediaannya dan apakah masih berfungsi dengan baik atau tidak,” jelasnya.

Pemeriksaan instalasi listrik juga menjadi fokus utama dalam inspeksi tersebut.

Petugas memantau kondisi instalasi listrik di rumah warga, kontrakan hingga tempat usaha yang selama ini kerap menjadi penyebab utama kebakaran akibat korsleting listrik.

Menurut Rudi, masih banyak masyarakat yang menggunakan instalasi listrik tidak sesuai standar sehingga berpotensi memicu kebakaran, terlebih saat cuaca panas ekstrem.

“Kami mengingatkan masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Banyak kejadian kebakaran dipicu korsleting listrik karena kabel sudah tidak layak atau penggunaan listrik yang berlebihan,” ungkapnya.

Selain itu, Disdamkarmat juga memastikan masyarakat memiliki sarana komunikasi yang cepat untuk melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas.

Hal tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga api tidak meluas ke bangunan lain.

Ia berharap masyarakat dapat lebih aktif melaporkan potensi bahaya kebakaran maupun kejadian darurat yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Kami ingin masyarakat memiliki akses komunikasi yang cepat agar laporan kebakaran bisa segera diterima petugas dan penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” tambahnya.

Melalui inspeksi rutin tersebut, Disdamkarmat Tana Tidung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan kebakaran semakin meningkat. Dengan kesiapan sarana proteksi dan partisipasi warga, risiko kebakaran di kawasan permukiman padat diharapkan dapat diminimalisasi.(ana)

Editor : Sopian Hadi
#Inspeksi #Pemkab Tana Tidung #kebakaran #Disdamkarmat