Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bupati Ibrahim Ali Soroti Tantangan Pertanian dan Perikanan di Tana Tidung

Sopian Hadi • Senin, 4 Mei 2026 | 17:02 WIB
BAHAS KEUANGAN: Bupati Ibrahim Ali saat menghadiri giat perbankan denhan petani dan nelayan Tana Tidung belum lama ini. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)
BAHAS KEUANGAN: Bupati Ibrahim Ali saat menghadiri giat perbankan denhan petani dan nelayan Tana Tidung belum lama ini. (FOTO: SOPIAN/RADAR TARAKAN)
 
TIDENG PALE – Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menyoroti sejumlah persoalan yang masih membayangi sektor pertanian dan perikanan di wilayahnya.
 
Hal ini disampaikannya saat menghadiri kegiatan bersama petani, nelayan, dan pihak perbankan belum lama ini.
 
Dalam sambutannya, Bupati mengungkapkan bahwa sektor perikanan di Tana Tidung memiliki potensi besar dengan luas wilayah mencapai sekitar 4.800 kilometer persegi.
 
Dari jumlah tersebut, sekitar 40 ribu hektare merupakan kawasan perikanan, dengan 30 ribu hektare di antaranya produktif dan dimanfaatkan sebagai lahan tambak.
 
Namun demikian, potensi tersebut dinilai belum memberikan dampak maksimal bagi masyarakat lokal.
 
Pasalnya, sebagian besar pengelola tambak justru berdomisili di luar daerah, khususnya di Tarakan.
 
“Produksi mereka langsung dibawa keluar daerah ke Tarakan, sementara masyarakat lokal hanya mendapatkan limbah atau sisa hasilnya saja,” ungkapnya.
 
Selain perikanan, sektor pertanian dan peternakan juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
 
Menurut Bupati, peluang di sektor peternakan cukup menjanjikan, namun masih terkendala ketergantungan pakan dari luar daerah.
 
Untuk itu, pemerintah daerah mulai mengambil langkah strategis guna mewujudkan kemandirian pangan.
 
Salah satunya dengan merencanakan pengadaan alat pengolahan pakan secara mandiri.
 
“Kita ingin ke depan bisa berdikari, tidak terus bergantung pada daerah lain, terutama untuk kebutuhan dasar seperti pangan,” tegasnya.
 
Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan lain juga datang dari faktor harga bahan baku dan distribusi.
 
Perbedaan harga yang cukup signifikan dibandingkan daerah lain membuat petani dan pelaku usaha kerap ragu untuk mengembangkan usaha secara lebih luas.
 
Di sisi lain, optimalisasi infrastruktur turut menjadi perhatian, termasuk pemanfaatan Pelabuhan Bebatu guna mendukung kelancaran distribusi hasil produksi.
 
Pemerintah daerah berharap, dengan penguatan sektor pertanian, perikanan, dan infrastruktur, pelayanan terhadap masyarakat serta pelaku usaha dapat semakin optimal.
 
Di sektor pertanian, Pemkab Tana Tidung mendapat jatah optimalisasi lahan (oplah) sekitar 1.500 hektare 
 
"Yang jadi kendala kita tidak punya petani (minim)," ujarnya 
 
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dalam mencari solusi atas berbagai tantangan yang ada.
 
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Mari berdiskusi dan bekerja sama agar sektor pertanian dan perikanan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” pungkasnya. (ana)
Editor : Sopian Hadi
#tambak #Pemkan Tana Tidung #perikanan #pertanian