Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bupati Tana Tidung Minta Warga Laporkan SPBU Nakal, Jual BBM Subsidi di Atas Harga Resmi

Sopian Hadi • Sabtu, 2 Mei 2026 | 16:12 WIB
BERI SAMBUTAN: Bupati Ibrahim Ali berbicara di depan para petani dan nelayan di Tana Tidung belum lama ini. (FOTO: DKISP)
BERI SAMBUTAN: Bupati Ibrahim Ali berbicara di depan para petani dan nelayan di Tana Tidung belum lama ini. (FOTO: DKISP)

 
TIDENG PALE – Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap mendukung masyarakat, khususnya nelayan, petani, dan peternak, meskipun kondisi anggaran daerah (APBD) saat ini mengalami keterbatasan.

Ia mengakui, pada tahun ini sejumlah bantuan untuk sektor nelayan,perikanan dan pertanian mengalami pengurangan.

Hal tersebut tidak lepas dari kondisi keuangan daerah yang belum sepenuhnya stabil.

“Bantuan memang berkurang karena kondisi APBD kita. Ini harus dipahami bersama, bukan berarti pemerintah tidak mendukung masyarakat,” ujarnya di hadapan petani, peternak dan nelayan belum lama ini.

Di tengah kondisi tersebut, Ibrahim Ali juga menyoroti persoalan distribusi dan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di lapangan.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah pusat belum menaikkan harga BBM subsidi.

Karena itu, ia meminta masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan adanya SPBU yang menjual BBM subsidi di atas harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau ada SPBU yang menjual Pertalite di atas harga resmi, silakan dilaporkan. Begitu juga solar, itu tidak dibenarkan, karena harga resmi pertalite itu Rp 10 ribu per liter dan solar Rp 6.800 per liter," tegasnya.

Menurutnya, praktik penjualan BBM subsidi di atas harga resmi sangat merugikan masyarakat, terutama nelayan yang sangat bergantung pada BBM untuk melaut dan mencari nafkah.

“Kondisi saat ini memang tidak mudah, tapi jangan sampai masyarakat justru dimanfaatkan. Kasihan nelayan kita yang harus membeli BBM dengan harga tinggi untuk bekerja,” tambahnya.

Ia menegaskan, pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti memanfaatkan situasi dengan menjual BBM subsidi tidak sesuai ketentuan.

Pemerintah daerah pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengawasi distribusi BBM agar tetap tepat sasaran dan sesuai harga resmi.

Dengan pengawasan bersama, diharapkan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa membebani ekonomi warga, khususnya di sektor perikanan dan pertanian yang menjadi tulang punggung daerah.(ana)

Editor : Sopian Hadi
#bupati #spbu #Ibrahim Ali