TIDENG PALE – Calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Tana Tidung (KTT) dijadwalkan berangkat ke Madinah Arab Saudi pada 6 Mei 2026.
Pelepasan resmi akan dilaksanakan pada 3 Mei di Kantor Bupati Tana Tidung sebelum jemaah melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci.
Koordinator Kementerian Haji dan Umrah Tana Tidung, H. Andi Basri, menjelaskan bahwa sehari setelah pelepasan, tepatnya 4 Mei, jemaah akan bertolak ke Tarakan dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Balikpapan menuju embarkasi.
“Untuk tanggal 3 itu pelepasan di kantor bupati. Tanggal 4 langsung berangkat ke Tarakan, kemudian lanjut ke Balikpapan,” ujarnya, Rabu (29/4).
Dari embarkasi Balikpapan, rombongan dijadwalkan berangkat menuju Madinah pada 6 Mei 2026.
CJH asal Tana Tidung tergabung dalam kloter 7 gelombang 1 yang merupakan gabungan dari sejumlah daerah di Kalimantan Utara, seperti Tarakan, Bulungan dan Malinau.
“Rombongan kita gabung, dari Tarakan, Malinau, Bulungan dan separuh dari Nunukan. Ini gabungan lima kabupaten/kota di Kaltara, kecuali Nununukan sebagian gabung dengan Kaltim," jelasnya.
Ia memastikan seluruh tahapan persiapan keberangkatan telah rampung, termasuk administrasi.
Saat ini, jemaah hanya tinggal menjalani pemeriksaan kesehatan akhir di embarkasi sebagai tahap final sebelum diberangkatkan.
“Semua persiapan sudah selesai. Tinggal pemeriksaan terakhir di embarkasi, terutama kesehatan,” katanya.
Namun demikian, jumlah jemaah tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada tahun lalu terdapat 16 orang, tahun ini hanya 9 jemaah yang berangkat. Namun tiga orang yang mengundurkan diri.
“Tahun ini sembilan orang. Memang ada yang mundur tiga orang, jadi yang berangkat hanya enam. Ada tambahan satu orang sebagai pendamping, jadi tujuh," ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa sistem penggantian jemaah yang mundur kini tidak lagi berbasis daerah, melainkan mengacu pada daftar tunggu terlama secara nasional.
“Sekarang berdasarkan antrean terlama, bukan lagi dari daerah asal. Jadi yang menggantikan adalah yang paling lama menunggu. Maka dari itu, pengganti KTT dari daerah lain di Kaltara," terangnya.
Menjelang keberangkatan, Andi Basri mengimbau seluruh jemaah agar menjaga kondisi kesehatan, terutama saat berada di Madinah, dan tidak terlalu memaksakan diri untuk melakukan aktivitas di luar rangkaian ibadah utama.
“Kami imbau jemaah menjaga kesehatan, jangan terlalu banyak ziarah sebelum puncak haji agar kondisi tetap prima,” pesannya.
Sementara itu, untuk jadwal kepulangan, para jemaah diperkirakan kembali ke tanah air pada 15 Juni 2026.(ana)
Editor : Sopian Hadi