TIDENG PALE – Perekaman KTP elektronik (KTP-el) di Kabupaten Tana Tidung hampir mencapai 100 persen.
Dari total 20.427 warga wajib KTP dinamis, sebanyak 99,35 persen telah melakukan perekaman.
Capaian ini bahkan melampaui target nasional yang berada di kisaran 98 persen.
Meski demikian, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan untuk menuntaskan sisa wajib KTP yang belum terlayani.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tana Tidung, Rahmawani, menyebut data wajib KTP bersifat dinamis karena terus bertambah seiring penduduk memasuki usia wajib KTP.
“Jumlah wajib KTP sekitar 20.427 orang, dan progres perekaman sudah 99,35 persen. Angka ini masih terus bergerak,” ujarnya, Minggu (26/4).
Ia menjelaskan, sisa warga yang belum melakukan perekaman didominasi pelajar, khususnya yang menempuh pendidikan di luar daerah seperti ponpes.
Kondisi ini menjadi kendala karena sulit dijangkau layanan langsung.
“Pelajar di luar daerah biasanya baru bisa melakukan perekaman saat pulang, misalnya ketika libur,” jelasnya.
Untuk mengejar capaian maksimal, Disdukcapil menerapkan dua strategi, yakni pelayanan di kantor dan jemput bola ke lapangan.
Metode jemput bola dinilai efektif, terutama untuk menjangkau sekolah di dalam daerah serta warga dengan keterbatasan mobilitas.
“Kami memiliki perangkat perekaman mobile yang bisa dibawa ke lapangan. Ini membantu menjangkau warga yang tidak bisa datang langsung,” katanya.
Dalam setiap kegiatan jemput bola, Disdukcapil juga membuka layanan administrasi kependudukan lainnya, seperti Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), hingga akta kelahiran.
“Sekali turun ke lapangan, semua layanan kami buka agar lebih efisien,” tambahnya.
Selain itu, perekaman juga dilakukan untuk pemula berusia 16 tahun sebagai persiapan utamanya pelajar.
Namun, KTP baru dapat dicetak saat yang bersangkutan genap berusia 17 tahun.
Ke depan, Disdukcapil akan terus memperbarui data melalui Data Kependudukan Bersih (DKB) setiap semester, sekaligus mengejar sisa warga yang belum melakukan perekaman.
“Yang belum akan terus kami kejar sampai tuntas,” ujarnya.
Jemput bola tetap dilakukan, terbaru perekaman pelajar disabilitas. Kegiatan tahun ini diakui terkendala anggaran.
"Insya Allah kami berharap bisa sekali di Tana Lia. Meski efisiensi anggaran, pelayanan tetap kita berikan yang maksimal," harapnya.
Disdukcapil Tana Tidung ditargetkan perekaman 98 persen, sama seperti Disdukcapil Provinsi Kaltara. (ana)
Editor : Sopian Hadi