TIDENG PALE – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tana Tidung menerapkan kebijakan baru yang cukup mencolok.
Setiap hari Jumat, aktivitas perkantoran ditiadakan karena seluruh pegawai menjalankan work from home (WFH), sebagai bagian dari upaya efisiensi energi dan anggaran.
Kepala Kantor Kemenag Tana Tidung, H. Hamzah, mengatakan kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan dari Kementerian Agama pusat.
“Dulu sistemnya bergiliran, tiap bidang ada perwakilan yang masuk. Sekarang full WFH, khusus hari Jumat tidak ada pegawai yang masuk, kecuali petugas keamanan,” ujarnya, Kamis (23/4).
Tak hanya itu, pembatasan juga diterapkan pada penggunaan fasilitas kantor. Selama hari kerja Senin hingga Kamis, listrik, AC, dan lampu baru diperbolehkan digunakan mulai pukul 09.00 WITA.
“Kita tetap masuk seperti biasa, tapi fasilitas kantor tidak langsung digunakan. Ini bagian dari upaya penghematan energi,” jelasnya.
Perubahan sistem kerja ini juga diikuti penyesuaian kegiatan pegawai.
Hari Rabu kini difokuskan untuk zikir dan doa bersama, sementara kegiatan olahraga yang sebelumnya dilaksanakan pada Jumat dipindahkan ke Kamis.
“Ini untuk menjaga keseimbangan, baik secara fisik maupun spiritual,” tambah Hamzah.
Meski ada pembatasan dan penerapan WFH, pelayanan kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan.
Kemenag Tana Tidung kini mengandalkan sistem digital untuk mendukung pelayanan.
“Kami sudah menggunakan sistem nasional Srikandi untuk surat-menyurat. Selain itu, kami juga sedang membangun sistem digital internal, progresnya sudah sekitar 90 persen,” katanya.
Melalui sistem tersebut, masyarakat tetap dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari rekomendasi pendirian rumah ibadah, izin lembaga pendidikan keagamaan, hingga konsultasi keagamaan.
“Semua pegawai tetap siaga. Ada admin yang mengatur dan meneruskan permohonan ke masing-masing bidang. Jadi pelayanan tetap maksimal walaupun tidak selalu tatap muka,” tegasnya.
Artinya, masyarakat yang ingin berurusan ke Kantor Kemenag pada Jumat tidak masalah akan diarahkan petugas keamanan.
"Nanti nomor telpon admin juga ada di tempel di kantor, tinggal di scan barcodenya, sudah bisa terhubung lewat WA.Nanti admin yang meneruskan ke masing-masing bidang yang dituju sesuai dengan kepentingan," ujarmya.
Hamzah menambahkan, kebijakan ini bertujuan mendukung program pemerintah dalam penghematan energi sekaligus efisiensi anggaran.
“Kalau aktivitas kantor berkurang, pengeluaran seperti listrik juga turun signifikan. Ini bentuk kontribusi kita terhadap kebijakan nasional,” ujarnya.
Ia mencontohkan Kanwil Kemenag Kaltara, yang pada WFH 50 persen bisa menghemat biaya listrik sebulan hingga Rp 5 juta.
"Waktu saya di Kanwil, dengan WFH, bisa berhemat listrik yang biasanya Rp 15 juta sebulan turun menjadi Rp 5juta," tutupnya (ana)
Editor : Sopian Hadi